SAAT memasuki usia lanjut, bukan berarti tidak boleh berolahraga. Justru usia lanjut dianjurkan olahraga. Sebab bila kurang gerak justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan.
Para lansia yang kurang olahraga akan mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi dan otot, tekanan darah tinggi, pikun atau demensia, hingga diabetes.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Sport Medicine, Injury & Recovery Center RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO menjelaskan kaum lansia disarankan untuk tetap aktif bergerak dan rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.
"Minimal 30 menit setiap harinya. Namun harus diperhatikan juga jenis olahraganya. pastinya pilih yang aman dan kalau perlu konsultasikan dulu ke dokter," ujar dr Antonius Andi dalam keterangan resminya.
Lantas apa saja yah opsi olahraga yang bisa dipilih lansia? Berikut ulasannya.

1. Berjalan
Aktivitas ini dapat menambah stamina, membakar kalori berlebih, dan
menguatkan jantung. Jarak berjalan tidak perlu terlalu jauh dan durasi pun tidak perlu terlalu lama, yang penting dilakukan secara rutin 30 menit per hari.
2. Bersepeda
Olahraga yang termasuk jenis kardio ini juga mampu menjaga kesehatan jantung. Jangan lupa atur sadel dan stang sepeda sesuai dengan tubuh Anda untuk meminimalisir terjadinya cedera.
3. Berdansa
Melakukan gerakan dansa sambil diiringi musik atau lagu kesenangan tentu menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Tak hanya itu, ternyata
berdansa juga baik untuk menjaga kebugaran dan keseimbangan tubuh.
BACA JUGA:Kapasitas Penyuntikan Vaksin Covid-19 Turun, Menkes Desak Utamakan Lansia
4. Berenang
Olahraga ini termasuk jenis low impact dengan berbagai manfaat yang dapat dirasakan oleh para lansia. Rutin berenang dapat membantu menguatkan otot
dan sendi, membuat tubuh lebih rileks, meningkatkan kualitas tidur, membantu
mengatasi kondisi radang sendi (osteoarthritis), saraf terjepit, atau low back pain, melancarkan aliran darah, serta baik untuk kesehatan jantung, otak, dan paru-paru.