Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Adat Sade, Ardinata Sanah meminta maaf kepada seluruh wisatawan domestik maupun asing yang telah menyebutkan pedagang di Desa Sade melakukan scam (penipuan).
Namun, persoalan tersebut hanyalah miskomunikasi, tidak seperti yang dituduhkan mengingat warga Sade sangat terbuka kepada wisatawan.
Persoalan itu juga telah disampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang jadi persoalan adalah harga kain tenun yang kecil dengan kain sarung yang besar.
Sebelumnya, seorang turis asing bernama Davud Akhundzada mengeluh mengalami scam atau penipuan dari pedagang suvenir di Desa Sasak Sade, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Video TikTok turis asing tersebut viral di media sosial.
Dalam video TikTok yang viral di media sosial, Davud mengatakan harga suvenir berupa kain tenun tidak masuk akal. Ia menanyakan harga selendang tenun kecil dari seorang nenek yang harganya Rp60 ribu. Karena harganya dinilai tidak masuk akal, Davud tidak jadi membeli tetapi tetap memberikan uang Rp100 ribu kepada nenek tersebut.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.