Dokter Ray yang juga staf pengajar Kedokteran Komunitas FKUI mengatakan bahwa penting bagi BKKBN membuat satu aksi khusus untuk mengedukasi masyarakat soal definisi stunting secara utuh. Sekali lagi, ini penting demi melancarkan program penurunan stunting yang mana dana yang dipakai begitu besar.
"Kami berharap, pemerintah dalam hal ini BKKBN punya aksi khusus untuk mengedukasi terkait definisi stunting ini. Bagaimana pun, ketika definisinya saja masih salah kaprah maka program yang masif pun akan kecil dampaknya di masyarakat," tambah dr Ray.
Lebih detailnya, berikut 6 rekomendasi peneliti HCC pada studi ini yang ditujukan kepada BKKBN:
1. Program edukasi stunting yang melibatkan kedua orang tua (ibu dan bapak).
2. Memperkuat konten edukasi stunting terkait bahaya serta cara mencegah stunting secara lebih spesifik dengan pembagian peran antara ibu dan bapak.
3. Kampanye gizi seimbang, stunting dan pola asuh orang tua sebagai satu kampanye terintegrasi.
4. Menjadikan bidan sebagai agent of change dalam edukasi gizi dan pola makan yang seimbang dalam 1000 HPK.
5. Memastikan adanya program terintegrasi untuk penyediaan pangan yang bergizi dan terakses bagi seluruh kalangan masyarakat.
6. Memastikan adanya layanan posyandu, puskesmas yang dapat terakses oleh keluarga.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.