Lewat klinik kecantikan itu, ia berhasil membangun praktik dokter mandiri yang berfokus pada Acne Scar and Face Contouring Clinic yang di dalamnya menghadirkan teknologi kecantikan terbaru dan skill up-to-date dari tenaga dokter profesional.
Sejak 2014 saat klinik pertamanya berdiri, dr Novi ternyata sudah memperkenalkan teknik PRP atau platelet-rich plasma. Treatment kecantikan ini kerap disebut juga sebagai 'Vampire Treatment', karena melibatkan darah yang diambil dari kulit pasien sendiri yang kemudian dipisahkan plasmanya.
Sebagai dokter kecantikan, lanjut dia, tak ada kata 'udahan belajar'. Sebab, teknologi terus berkembang dan ternyata dunia kecantikan pun harus mengikuti perkembangan zaman tersebut.

Itu kenapa, dirinya masih aktif mengikuti beberapa pelatihan estetika, misalnya tindakan bedah sederhana seperti Buccal Fat Removal dan Mini Liposuction yang belakangan ini ramai diperbincangkan. "Treatment Buccal Fat Removal sendiri adalah proses pengangkatan lemak buccal dengan tujuan meniruskan pipi secara permanen. Ini sudah saya kerjakan sejak 2020," tambahnya.
Hingga saat ini, dr Novi masih rutin melakukan tindakan thread lift atau tanam dan tarik benang. Treatment ini tetap jadi pilihan banyak masyarakat yang ingin mendapatkan hasil instan dan minimal downtime. "Jadi, dunia kedokteran itu adalah ilmu yang terus update dari masa ke masa seiring berkembangnya teknologi. Saya tentunya harus memahami keunikan estetika saat ini dan itu yang membuat saya termotivasi untuk terus mengupdate ilmu," ungkapnya.
"Bagaimana pun, saat pasien kepercayaan dirinya makin tinggi, tentu ada rasa bahagia. Itu kenapa saya akan terus mengabdi untuk masyarakat, khususnya di bidang kecantikan ini," kata dr Novi bangga.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.