"Per 100 gram shirataki, gula yang ada di dalamnya itu 0 gram, seratnya 2 gram sama seperti makan satu buah apel, dan kalorinya hanya 70 kkal setelah shirataki dimasak," papar dr. Dion saat ditemui di Kila-Kila Pacific Place, SCBD, Jakarta, Senin (14/11/2022).
Sedangkan pada nasi putih, mengandung kalori 204kkal per 100 gram dan seratnya cuma 0,6 mg, dan kandungan gula 0,05 gram. Menjadikan nasi putih tinggi kalori namun rendah serat.
Dengan kandungan serat yang sangat tinggi pada shirataki, manfaat apa yang didapat sebagai upaya untuk meminimalkan risiko penyakit diabetes?
Dikatakan lebih lanjut serat yang tinggi pada shirataki inilah yang menjaga kesehatan sistem pencernaan, mencegah kanker kolorektal, dan sensasi kenyang yang lebih lama. Inilah yang memengaruhi seseorang, untuk tidak makan banyak di waktu makan berikutnya.
"Serat yang tinggi pada shirataki bikin kenyang lebih lama dan ini mampu mengontrol rasa lapar di waktu makan berikutnya. Maka begitu, asupan kalori dari makanan dapat terkontrol," papar pria yang juga merupakan certificed health coach tersebut.
Selain mengontrol rasa lapar sehingga nafsu makan jadi lebih terkendali. Serat juga sangat bermanfaat untuk bakteri baik di dalam usus, dengan memastikan bakteri baik hidup dan sehat, ini baik untuk metabolisme tubuh dan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Jadi, bukan hanya mampu mencegah diabetes dengan kandungan gula yang lebih rendah, shirataki juga ternyata dapat memberi kebaikan pada kesehatan tubuh lainnya.
BACA JUGA:Kondisi Diabetes Melly Goeslaw Usai Operasi Bariatrik
BACA JUGA:Hari Diabetes Sedunia 2022, Kenapa Brown Rice Lebih Baik daripada Nasi Putih?
(Rizky Pradita Ananda)