BANYAK penggemar Blackpink yang merasa khawatirkan dengan kondisi anggotanya, Jisoo Blackpink. Para penggemar menyadari, terdapat benjolan di lehernya dalam sebuah foto yang beredar di media sosial baru-baru ini.
Seorang netizen mengatakan, Jisoo sepertinya harus ke rumah sakit dan mendapatkan biopsi. "Bisa jadi fibroid ringan, tapi bisa juga tumor,” ujar seorang netizen.

“Jisoo saat ini sedang melakukan tur dunia. Kondisi kesehatannya juga baik," ujar YG Entertainment dikutip dari MB.
Lalu apa saja penyebab benjolan di leher seperti yang dialami Jisoo Blackpink?
Benjolan di leher juga bisa menjadi tanda kondisi serius, seperti infeksi atau pertumbuhan kanker. Benjolan di leher ukurannya bisa bervariasi, tergantung jenis dan penyebabnya. Bila Anda memiliki benjolan di leher, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Nah, berikut ini sejumlah penyebab kenapa muncul benjolan di leher seperti dikutip dari Healthline.
1. Mononukleosis
Penyebab di urutan pertama adalah mononukleosis atau demam kelenjar. Mononukleosis biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) dan terjadi pada remaja seperti siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi. Gejalanya sendiri meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, keringat malam, dan nyeri tubuh.
2. Gondongan
Gondongan adalah penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh virus gondongan. Ini menyebar melalui air liur, sekret hidung, dan kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi. Gejalanya yakni demam, kelelahan, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.
Penyakit ini bisa berkomplikasi menjadi radang testis, radang ovarium, meningitis, ensefalitis, pankreatitis, dan gangguan pendengaran permanen. Gondongan bisa dicegah atau dikurangi risikonya dengan vaksinasi.
3. Pembengkakan kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening menjadi bengkak sebagai respons terhadap penyakit, infeksi, obat-obatan, dan stres, atau, lebih jarang, kanker dan penyakit autoimun. Ciri-cirinya yakni benjolan kecil, keras, berbentuk kacang dan muncul di ketiak, di bawah rahang, di sisi leher, di selangkangan, atau di atas tulang selangka.
BACA JUGA:8 Gejala Kanker Paru, Salah Satunya Batuk Berdarah!
4. Lipoma
Penyebab benjolan di leher lainnya yakni lipoma. Ini merupakan benjolan lemak yang paling sering muncul di antara kulit dan lapisan otot. Lipoma tumbuh secara lambat dan biasanya tidak berbahaya.
5. Rubella
Rubella juga bisa menjadi penyebab benjolan di leher. Gejala rubella atau infeksi campak Jerman ini di antaranya ruam merah, demam ringan, pembengkakan kelenjar getah bening, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, hingga mata meradang atau merah.
6. Faringitis
Faringitis adalah peradangan di bagian belakang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Penyakit inilah yang menyebabkan gejala-gejala seperti tenggorokan sakit, kering, atau gatal disertai dengan gejala lain yakni demam, menggigil, nyeri tubuh, hidung tersumbat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, batuk, kelelahan, atau mual.
7. Kanker tiroid
Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel normal di tiroid menjadi tidak normal dan mulai tumbuh di luar kendali. Gejala kanker tiroid yang perlu diwaspadai yakni benjolan di tenggorokan, batuk, suara serak, nyeri di tenggorokan atau leher, kesulitan menelan, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, kelenjar tiroid bengkak atau kental.
(Dyah Ratna Meta Novia)