Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Sindrom Patah Hati Beserta Penyebabnya, Bisa Ganggu Fungsi Jantung

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Rabu, 02 November 2022 |09:16 WIB
Mengenal Sindrom Patah Hati Beserta Penyebabnya, Bisa Ganggu Fungsi Jantung
Ilustrasi Patah Hati (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Penderita mungkin mengira sedang mengalami serangan jantung. Sebab sindrom ini gejalanya sama dengan serangan jantung, yakni: sesak napas dan nyeri dada.

Akan tetapi, pada sindrom patah hati, sebagian besar penderita tidak mengalami penyumbatan arteri koroner atau kerusakan jantung permanen, dan umumnya pemulihannya cepat dan penuh.

Perlu diketahui, penyebab pasti sindrom patah hati tidak sepenuhnya dipahami.

Saat penderita bereaksi terhadap stres fisik atau emosional, tubuh akan melepaskan hormon stres dalam darah seperti hormon adrenalin, noradrenalin, epinefrin dan norepinefrin.

Para ahli berpikir bahwa hormon-hormon tersebut untuk sementara mengganggu fungsi jantung.

Adapun sindrom patah hati mengganggu:

-Mengganggu ritme jantung yang normal dan stabil atau ritme detak jantung.

-Menyebabkan bagian dari jantung untuk sementara membesar terutama bagian bawah ventrikel kiri.

-Menyebabkan kontraksi yang lebih kuat di area lain di jantung.

-Perubahan yang ada menyebabkan kegagalan otot jantung sementara.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement