MELAKUKAN perjalanan untuk berlibur memang menjadi momen yang paling ditunggu. Pergi dengan tujuan mencari kebahagiaan, agar sepulangnya dapat memulai segala aktivitas yang sebelumnya ditinggalkan.
Perjalanan ke suatu negara di benua lain, memerlukan jam perjalanan yang sangat panjang. Untuk itu, seorang penumpang asal London, Inggris, menggunakaan penerbangan kelas satu dari maskapai British Aisways (BA).
Ia bersama rekannya yang berasal dari Eropa Timur melakukan penerbangan pulang dari Mauritius menuju London, dengan penerbangan lanjutan di Johannesburg, pada April lalu.
Tapi hal yang tak diinginkan pun inginkan terjadi, penerbangan tersebut menjadi pengalaman perjalanannya yang terburuk selama 40 tahun ia bepergian dengan maskapai BA.

Rekan sepenerbangannya mendapat perlakuan buruk oleh staf, termasuk menjadi sasaran pemeriksaan keamanan saat berada di Mauritius, yang jika dipikir kembali itu sangat tidak perlu.
Tak hanya sampai di situ, rekannya juga hanya dibolehkan menggunakan toilet kelas ekonomi, alih-alih toilet kelas satu yang seharusnya jauh lebih baik.
Ketika mereka akhirnya sampai di Bandara Heathrow London, barang-barang mereka tak ditemukan. Selama 1,5 jam mereka menunggu di pengambilan bagasi, mereka hanya mendapat informasi yang berbeda-beda mengenai keberadaan barang-barang mereka.