Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adakah Kaitan Overthinking dengan Mental Illness?

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Senin, 26 September 2022 |20:00 WIB
Adakah Kaitan Overthinking dengan <i>Mental Illness</i>?
Ilustrasi overthinking, (Foto: Freepik)
A
A
A

OVERTHINGKING dialami oleh banyak orang, terutama di kalangan generasi muda. Kebiasaan satu ini, meski melelahkan karena bisa membuat seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan, termasuk membayangkan semua skenario terburuk dalam hidup.

Namun tak bisa dipungkiri, tapi bagi sebagian orang jadi sesuatu hal yang tak terhindarkan. Walau pada akhirnya, hanya membuang waktu yang bisa digunakan untuk hal-hal lain.

Overthinking umumnya dikaitkan dengan gangguan kecemasan umum. Gangguan ini ditandai dengan kecenderungan untuk khawatir berlebihan tentang beberapa hal. Lantas apakah overthinking ini adalah termasuk mental illness atau penyakit kejiwaan?

Meskipun tidak selalu berkaitan, faktanya, semakin lama seseorang memikirkan sesuatu, maka semakin sedikit waktu dan energi yang dia miliki untuk melakukan tindakan produktif. Kondisi ini disebutkan merupakan gejala dari masalah kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan.

Seseorang bisa mengembangkan gangguan kecemasan umum karena faktor gen atau bisa juga faktor kepribadian lain. Seperti ketidakmampuan menoleransi ketidakpastian dalam hidup, atau kombinasi dari banyak faktor.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement