Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adakah Kaitan Overthinking dengan Mental Illness?

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Senin, 26 September 2022 |20:00 WIB
Adakah Kaitan Overthinking dengan <i>Mental Illness</i>?
Ilustrasi overthinking, (Foto: Freepik)
A
A
A

Ada kurang lebih tujuh gejala orang yang mengalami gangguan kecemasan umumnya, pertama sulit untuk mengendalikan kecemasan (akhirnya mengganggu kemampuan untuk berfungsi). Khawatir berlebihan tentang beberapa hal selama secara terus menerus (setidaknya enam bulan).

Bisa juga mengalami gejala fisik tang mencakup kegelisahan, kesulitan berkonsentrasi dan masalah tidur. Kecemasan yang berkembang dari satu topik ke topik berikutnya, sulit membuat keputusan dan kesulitan berkonsentrasi. Bahkan bisa juga merasa diri ada di ujung tanduk, dan mencari kepastian berulang dari orang lain.

Overthinking dapat menyebabkan efek domino karena akan mulai mengkhawatirkan satu hal, dan kemudian mengkhawatirkan sesuatu yang sama sekali berbeda. Contoh, awalnya mencemaskan pekerjaan lalu berlanjut mencemaskan uang. Lalu mengarah pada kekhawatiran kehilangan pekerjaan.

Terlalu banyak berpikir juga merusak kualitas tidur. Anda jadi lebih sulit untuk tertidur lelap ketika otak sibuk memikirkan segalanya. Demikian seperti dilansir dari Cleveland Clinic dan Verywellmind, Senin (26/9/2022).

 BACA JUGA:Apa Benar Berendam Air Dingin Bisa Kurangi Lemak?

BACA JUGA:Boleh Gak Sih Minum Obat Pakai Air Dingin?

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement