Peneliti kemudian mendapati, kelompok orang yang tidur dua jam atau lebih setelah makan malam justru risiko kankernya berkurang sampai sebesar 20 persen. Sebaliknya, mereka yang tidur dalam waktu dua jam setelah makan, risiko terkena kankernya meningkat hingga 25 persen.
Disebutkan dalam studi, risiko tersebut bisa muncul karena metabolisme dalam tubuh akan mulai melambat saat di malam hari, tetapi dengan aktivitas makan akan membuatnya kembali meningkat. Faktor tersebut akan berdampak pada jam internal tubuh, yang dikenal sebagai ritme sirkadian.
Apabila ritme sirkadian tersebut terganggu, maka bisa beresiko kemungkinan terkena kanker prostat dan kanker payudara.
Hasil penelitian Institut Kesehatan Global Barcelona tersebut, juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa makan yang tidak sinkron dengan ritme sirkadian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kelebihan berat badan.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.