“Depresi biasanya mengikuti setelah episode makan tersebut. Makanan yang biasanya dimakan adalah manis, berkalori tinggi, dengan tekstur yang lembut, seperti kue atau pastri. Makanan tersebut dimakan secara sembunyi-sembunyi, cepat, dan kadang tanpa dikunyah. Kebanyakan pasien berat badannya normal. Mereka biasanya sangat memperhatikan gambaran tubuh dan penampilan mereka, khawatir tentang bagaimana orang lain memandang mereka,” jelas dr. Cecilia J. Setiawan, SpKJ, MKes, psikiater di RS Awal Bros Tangerang.
Namun, kata dr. Cecilia, dengan melalui terapi spesialis, bulimia bisa diatasi. Penelitian menunjukkan, terapi kognitif perilaku amat efektif bagi penderita bulimia. “Penanganan bulimia nervosa biasanya tidak perlu perawatan inap, namun membutuhkan psikoterapi dan bila perlu obat-obatan,” tutupnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.