Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Putri Diana Pernah Mengidap Bulimia Gara-Gara Sindiran Pangeran Charles, Gangguan Apa Itu?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 01 September 2022 |12:24 WIB
 Putri Diana Pernah Mengidap Bulimia Gara-Gara Sindiran Pangeran Charles, Gangguan Apa Itu?
Putri Diana pernah kena Bulimia (Foto: Showbiz)
A
A
A

PADA tahun 1992, Andrew Morton menerbitkan biografi tentang Princess of Wales, berjudul Diana: Her True Story. Biografi itu mengisahkan tentang gangguan makan Diana, bulimia. Bahkan Putri Diana sendiri yang memberikan kaset berisi pengakuannya kepada sang penulis.

“Bulimia ini dimulai seminggu setelah kami bertunangan memakan waktu hampir satu dekade untuk mengatasinya,” ujar sang putri dalam rekamannya seperti dikutip dari Vogue.

"Suami saya waktu itu meletakkan tangannya di pinggang saya, ia berkata: 'Oh, agak gemuk di sini, bukan?' dan itu memicu sesuatu dalam diri saya — dan hal terkait Camilla," kata Putri Diana.

 Putri Diana

Akibat perkataan Pangeran Charles yang menyindirnya agak gemuk, Putri Diana merasa tertekan, dan dia berusaha untuk kurus.

Bahkan Elizabeth Emanuel, si perancang gaun pengantin Putri Diana, kemudian mengungkapkan dalam wawancara bahwa ketika mereka mulai mengenakan pakaiannya kepada Lady Diana, pinggang Diana berukuran 26 hingga 27 inci. Lalu pada Juli 1981, pingganya makin mengecil jadi 23 inci.

Lalu apa itu bulimia yang diderita Putri Diana?

Bulimia adalah ekpresi pergulatan jiwa dalam suatu masalah psikologis yang terlalu sulit diatasi seseorang dengan cara lain.

Pola makan yang terganggu karena faktor psikologis seperti ini disebut dengan bulimia nervosa. "Biasanya bulimia itu menyerang orang usia remaja dan dewasa yang menjadi korban mode, atau majalah yang mengatakan bahwa wanita cantik itu yang ramping," kata dr. Inayah, SpG.

Penderita bulimia ini biasanya tidak langsung ketahuan oleh orang lain karena berat badannya normal dan tidak terlalu kurus. Namun, di balik itu semua, rasa percaya diri mereka rendah dan mereka sering mengalami depresi.

 BACA JUGA:4 Cara Mengatasi Sakit Pinggang di Rumah, Nomor 4 Unik dan Jarang Banyak yang Tahu!

Mereka sering memaksakan diri untuk muntah setelah makan. Muntah menurut mereka bisa mengurangi nyeri perut dan perasaan kembung, sehingga memungkinkan pasien melanjutkan makannya tanpa rasa takut bertambah berat badannya.

“Depresi biasanya mengikuti setelah episode makan tersebut. Makanan yang biasanya dimakan adalah manis, berkalori tinggi, dengan tekstur yang lembut, seperti kue atau pastri. Makanan tersebut dimakan secara sembunyi-sembunyi, cepat, dan kadang tanpa dikunyah. Kebanyakan pasien berat badannya normal. Mereka biasanya sangat memperhatikan gambaran tubuh dan penampilan mereka, khawatir tentang bagaimana orang lain memandang mereka,” jelas dr. Cecilia J. Setiawan, SpKJ, MKes, psikiater di RS Awal Bros Tangerang.

Namun, kata dr. Cecilia, dengan melalui terapi spesialis, bulimia bisa diatasi. Penelitian menunjukkan, terapi kognitif perilaku amat efektif bagi penderita bulimia. “Penanganan bulimia nervosa biasanya tidak perlu perawatan inap, namun membutuhkan psikoterapi dan bila perlu obat-obatan,” tutupnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement