Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Air Terjun Cantik, Intip Pesona Desa Wisata Berbasis Konservasi di Konawe Selatan

Novie Fauziah , Jurnalis-Minggu, 28 Agustus 2022 |02:25 WIB
Punya Air Terjun Cantik, Intip Pesona Desa Wisata Berbasis Konservasi di Konawe Selatan
Menparekraf Sandiaga Uno di Air Terjun Moramo di Desa Sumber Sari, Konawe Selatan (Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno terpukau dengan keindahan Air Terjun Moramo di Desa Wisata Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurutnya Desa Sumber Sari berhasil mengembangkan wisata berbasis konservasi alam dan kini masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

"Saya melihat Wisata Air Terjun Moramo Sumber Sari merupakan paket yang sangat lengkap karena ada aspek konservasi. Bahkan ada satwa monyet dan anoa dalam konservasinya," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu (27/8/2022).

 BACA JUGA:Menengok Desa Wisata Mulyaharja, Serpihan Surga yang Tersisa di Kota Hujan

Sandiaga juga menyebut, Desa Wisata Sumber Sari memiliki pengolahan sumber energi baru terbarukan. Menurutnya, hal ini bisa menjadi jawaban masyarakat Sulawesi Tenggara untuk mengantisipasi krisis energi.

 

Selain itu terdapat juga paket sumber energi baru dan terbarukan, yaitu melalui pemanfaatan sumber mikro hydro yang menjadi listrik. Hal tersebut menjadi penjawab, karena kenaikan harga bahan pokok termasuk bahan energi.

"Kalau misalnya kita bisa menciptakan kendaraan berbasis listrik seperti motor listrik, mobil listrik dengan peningkatan pembangkit di sini. Kita tidak usah khawatir dengan harga naik karena kita bisa menyesuaikan dengan keunggulan dan kearifan lokal di sini," tuturnya.

 BACA JUGA:Pesona Alam Bawah Laut di Desa Wisata Bubohu Bongo Gorontalo, Bikin Memanjakan Mata

Lebih lanjut, kata Sandiaga, Desa Wisata Sumber Sari awalnya merupakan daerah transmigran, sehingga keberagaman suku dan budaya menjadi salah satu hal unik di sini. Masyarakat di desa sudah terbiasa dengan perbedaan suku, budaya, bahasa dan tradisi.

"Hal tersebut menjadikan desa wisata ini laksana miniatur Indonesia. Terdapat 5 suku yang mendiami desa, antara lain Tolaki, Jawa, Sunda, Bali, dan Bugis," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement