Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Cocok Dikunjungi Saat HUT Kemerdekaan RI

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Senin, 15 Agustus 2022 |09:13 WIB
5 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Cocok Dikunjungi Saat HUT Kemerdekaan RI
RSCM menjadi salah satu gedung peninggalan Belanda (dok SINDE)
A
A
A

MENYAMBUT perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan ke-77 RI yang jatuh pada 17 Agustus, kamu bisa menjelajahi lima bangunan peninggalan Belanda di Jakarta.

Berikut kami rangkum daftar bangunan peninggalan Belanda di Jakarta:

1. Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)

Jika mengunjungi Kota Tua, pasti akan menemukan banyak bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda di wilayah tersebut. Sebab, Kota Tua merupakan pusat pemerintahan Hindia Belanda yang seluruh aktivasnya berpusat di sana.

Salah satu gedung ikonik yang selalu menjadi magnet wisatawan adalah Museum Sejarah Jakarta, atau yang lebih dikenal dengan Museum Fatahillah.

Melansir artikel bertajuk "Pelestarian Bangunan Kolonial Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua Jakarta’, diketahui bahwa museum ini mulai dibangun pada tahun 1620.

Namun, pembangunannya tidak berjalan mulus karena terkesan terburu-buru.

Museum yang semula dijadikan Gedung Balai Kota itu kembali dibangun pada 30 Mei 1626. Karena dianggap terlalu kecil, maka gedung satu lantai itu diperluas dan dijadikan gedung termasyhur milik Batavia pada tahun 1710. Usai Indonesia

disusupi tentara Jepang pada 1942 sampai 1945, bangunan ini berfungsi sebagai tempat dikumpulkannya logistik untuk para tentara Jepang. Gedung megah ini kembali beralih fungsi pada 1952 sampai 1968 sebagai Markas Komando Militer Kota dan berganti nama menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Per 30 Maret 1974, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta oleh pemerintah.

infografis

BACA JUGA: 5 Destinasi Wisata Sejarah di Balik Kemerdekaan Indonesia, Pas Dikunjungi 17 Agustus

2. Stasiun Tanjung Priok

Bangunan peninggalan Belanda yang masih ada dan berfungsi baik hingga kini adalah Dtasiun Tanjung Priok. Jika dilihat dari luar, bangunan stasiun ini sangat megah dengan warna putih yang mendominasi. Stasiun ini dibangun pada tahun 1914 saat masa kepemimpinan Gubernur Jenderal A.F.W Idenburg.

KAI dalam laman resminya menyebut, Stasiun Tanjung Priok lahir dari tangan dingin seorang arsitek Staats Spoorwegen (SS), perusahaan kereta api negara Hindia Belanda), yaitu C.W Koch. Pembangunan tempat ini melibatkan 1.700 tenaga kerja. Peresmian stasiun ini bersamaan dengan ulang tahun ke-50 SS, pada 6 April 1925.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement