Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Cocok Dikunjungi Saat HUT Kemerdekaan RI

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Senin, 15 Agustus 2022 |09:13 WIB
5 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Cocok Dikunjungi Saat HUT Kemerdekaan RI
RSCM menjadi salah satu gedung peninggalan Belanda (dok SINDE)
A
A
A

3. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

RSCM atau Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu rumah sakit tua yang berdiri di tanah Batavia (Jakarta). Rumah sakit ini awalnya menjadi bagian dari STOVIA (sekolah kedokteran di Batavia), yang merupakan cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Mengutip dari laman RSCM, bangunan rumah sakit ini dibangun pada 19 November 1919 dengan nama CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis). Dengan adanya CBZ, maka pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi lebih baik karena fasilitas yang dimiliki cukup lengkap.

Nama RSCM digunakan pada 17 Agutus 1964 usai diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Satrio.

4. Istana Merdeka

Bangunan peninggalan Belanda yang satu ini sudah pasti dikenali oleh seluruh masyarakat Indonesia. Di sinilah Presiden beserta keluarganya tinggal dan menjalankan aktivitas.

Gedung Istana Merdeka dengan warna putih dan ditopang oleh pilar-pilar besar itu dibangun oleh seorang Belanda bernama J.A van Braam pada 1796 dan dijadikan sebagai tempat tinggal pribadi.

Pada tahun 1816, bangunan tersebut diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan dijadikan pusat kegiatan pemerintahan, sekaligus rumah tinggal Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, bangunan ini menjadi saksi bisu ditandatanganinya naskah persetujuan Linggarjati pada 25 Maret 1947. Setahun kemudian, Istana Merdeka menjadi lokasi dilakukannya pertemuan antara Wakil Presiden RI, Mohammad Hatta, dengan Letnan Gubernur Jenderal Belanda, Hubertus J. van Mook.

5. Gedung Joang ‘45

Gedung peninggalan Belanda selanjutnya di Jakarta adalah Gedung Joang ’45 yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Gedung ini dibangun pada 1938 oleh seorang pengusaha Belanda bernama J. Schomper dan difungsikan sebagai hotel dengan nama Schomper 1.

Hotel ini memang khusus dibangun bagi para pejabat atau elite Hindia-Belanda, pejabat asing, dan pejabat pribumi. Namun, saat Jepang menginvasi Belanda di Indonesia pada tahun 1942, bangunan ini dikuasai militer Jepang dan menjadi tempat pendidikan nasionalisme para pemuda Indonesia.

Namanya pun berubah, dari Schomper 1 menjadi Gedung Menteng 31. Setelah kemerdekaan Indonesia, gedung ini digunakan sebagai markas pemuda yang dikenal dengan nama Pemuda Menteng 31. Pada 19 Agustus 1974, bangunan ini barulah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dan Presiden Soeharto, sebagai Museum Joang ’45.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement