Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Makan Pedas dan Panas Merusak Limpa

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |09:14 WIB
Mitos atau Fakta: Makan Pedas dan Panas Merusak Limpa
Mitos atau Fakta: Makan Pedas dan Panas Merusak Limpa (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA Makanan pedas kerap dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk anggapan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan pedas yang disertai minuman panas dapat merusak organ limpa. Namun, benarkah klaim tersebut?

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos. Dalam unggahan video di kanal YouTube miliknya, dr. Tirta menjelaskan bahwa makanan pedas, asam, maupun bersuhu tinggi tidak menyebabkan kerusakan pada organ limpa.

Menurutnya, limpa atau spleen berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh dan berperan dalam penyaringan darah. Karena itu, organ tersebut tidak berkaitan langsung dengan makanan yang dikonsumsi.

"Mitos kalau itu. Spleen (limpa) itu fungsinya kan memproduksi darah kita, sementara makanan-makanan pedas, minum-minuman asam, dan makanan-makanan bersuhu tinggi itu memengaruhinya ke esofagus sama lambung," kata dr. Tirta.

Risiko Gangguan Pencernaan

Ia menjelaskan, makanan pedas maupun asam lebih berisiko mengganggu saluran pencernaan bagian atas, seperti kerongkongan dan lambung. Sementara itu, biji cabai yang sulit dicerna dapat memicu iritasi saluran cerna sehingga menyebabkan diare dan sensasi panas saat buang air besar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement