BULAN Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI kini telah memasuki tahap II. Pada tahap berikutnya, upaya untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19 ini memiliki target sasaran sekitar 9,4 juta anak.
“Tahap I sudah dimulai bulan Mei di provinsi Luar Jawa-Bali. Tahap II, mulai bulan Agustus untuk wilayah Jawa-Bali dengan target sasaran sekitar 9,4 juta anak,” tulis akun media sosial Twitter @KemenkesRI, Senin, (8/8/2022).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selama pencanangan BIAN diharapkan orangtua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin.
Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.
“Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat,” kata Menteri Budi.
BACA JUGA:Imunisasi Rendah karena Pandemi, Polio hingga Hepatitis Bisa Jadi Beban Ganda
Untuk itu, pemberian imunisasi rutin pada anak sangatlah penting. Kementerian Kesehatan telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).