Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pasutri Rela Jual Rumah Demi Bayar Biaya Perawatan Anak yang Prematur

Putra Syah Norens , Jurnalis-Minggu, 07 Agustus 2022 |09:00 WIB
Kisah Pasutri Rela Jual Rumah Demi Bayar Biaya Perawatan Anak yang Prematur
Stephen dan Louise, (Foto: Newsweek/ Swns/Zenger)
A
A
A

KERAP kali ditemui pasangan suami-istri yang kebingungan akan biaya melahirkan anaknya. Tidak hanya di Indonesia, kejadian seperti ini memang sifatnya universal, alias bisa terjadi di mana saja.

Contohnya seperti yang dialami pasangan suami-istri di Inggris satu ini, Stephen dan Louise Crawshaw Bowen. Stephen dan Louise yang tengah berbulan madu di Turki, tiba-tiba harus dihadapkan pada situasi darurat.

Louise harus melahirkan bayinya mendadak lebih cepat dari yang dijadwalkan, dengan menjalani operasi caesar darurat pada 25 Juli lalu. Akhirnya bayi laki-laki tersebut harus terlahir dalam kondisi prematur dan harus dirawat secara intensif dengan alat bantuan bernapas. 

Cobaan yang melanda pasutri ini belum berhenti sampai di situ saja, sebab Stephen dan Louise dikejutkan dengan tagihan rumah sakit, biaya perawatan anak mereka, Wolfe.

Ternyata biaya perawatan di rumah sakit untuk Wolfe tersebut, tak bisa ditanggung oleh pihak asuransi disebabkan karena bayinya lahir dua hari terlalu awal sebelum polis asuransinya.

Dalam polis asuransi milik Stephen dan Louis tersebut, ada tentuan khusus yang mengatakan bahwa pihak asuransi hanya akan menanggung jika bayi lahir prematur dalam delapan minggu. Sedangkan anak mereka lahir dakam tujuh minggu dan lima hari lebih awal.

"Sangat tidak adil bahwa saya menanggung semua ini dan kami berada dalam situasi ini,” ujar Louise.

Sebelum bertolak ke Turki untuk bulan madu, Louise sebagai ibu hamil sudah mengantungi catatan medis yang menyatakan dirinya layak untuk bisa terbang.

BACA JUGA:Idap Empty Sella Syndrome, Ruben Onsu Tetap Pikirkan Konser Putranya 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement