Namun siapa sangka, saat di Turki ia mengalami pendarahan hebat dan kesakitan. Louise tersadar dirinya akan segera melahirkan. Hingga akhirnya Louise dilarikan ke suatu rumah sakit di Antalya, Turki pada 25 Juli lalu.
Louise dan Stephen menyebut, ada kendala soal bahasa saat Stephen sebagai suami pasien, diminta untuk menandatangani dokumen tagihan rumah sakit senilai 800Euro atau sekira Rp12,1juta sebagai tagihan awal yang harus ditanggung pasutri tersebut. Biaya ini masih ditambah tagihan senilai 4500 Euro atau kurang lebih Rp68,2juta sebagai biaya perawatan intensif Wolfe sekaligus biaya agar Louise bisa pulang.
(Foto: Louise Crawsaw Bowen-, SWNS/ZENGER)
Mengingat kondisi Wolfe terlahir sebagai bayi prematur, dilahirkan tujuh setengah minggu lebih awal. Wolfe disebutkan tidak dapat bernapas sendiri dan memiliki infeksi di paru-parunya. Dokter di Turki mengatakan, Wolfe setidaknya butuh tiga minggu perawatan di rumah sakit, dan mungkin tidak cukup kuat untuk segera terbang setelah itu.
“Baru hanya dua hari, tapi biaya perawatan Wolfe sudah di angka 5250Euro (sekira Rp79,6juta),” ujar Louise.
Dipusingkan oleh masalah tagihan biaya persalinan dan perawatan intensif untuk bayi mereka. Akhirnya Louise dan Stephen memutuskan rela menjual rumah, untuk membayar biaya perawatan Wolfe di rumah sakit.
Sejauh ini, dengan uang pinjaman dari keluarga, pasutri ini diketahui sudah membayar tagihan rumah sakit sebesar 5000Euro. Kemudian tiga anak tertua Stephen dan Louise, sudah Kembali pulang ke Inggris. Sementara Stephen dan Louise masih berada di Turki bersama anak keempatnya, menunggu agar bisa membawa pulang Wolfe.
Pihak keluarga di Inggris pun mencoba membantu Stephen dan Louise, dengan membuat link donasi di laman GoFundMe. Hingga berita ini dilansir, donasi dari masyarakat sudah terkumpul sebanyak USD11800 atau kurang lebih Rp175,8juta. Demikian sebagaimana dilansir dari Newsweek, Minggu (7/8/2022).
(Martin Bagya Kertiyasa)