Merujuk pada data-data di lapangan, Angela melihat potensi digitalisasi bisa membantu para pelaku UMKM untuk bertahan di masa pandemic dan bahkan untuk berkembang di setelah pandemi.
Angela menjelaskan, Kemenparekraf saat ini tengah mengembangkan e-catalog sektor parekraf. Nantinya, para usaha UMKM, termasuk usaha yang dijalankan oleh kaum perempuan Indonesia bisa masuk dalam e-catalog agar bisa menjadi opsi dalam pembelanjaan pemerintah.
"Kembali ke topik awal, womenpreneur peran perempuan, sangatlah dominan dalam perekonomian Indonesia. Jika kita melihat data, di atas 64 persen UMKM itu dimiliki oleh perempuan, dan kita ketahui bersama UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia", kata Angela lagi.
Angela menambahkan, diperlukan kolaborasi untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas perempuan (womenpreneur) ini agar bisa berkompetisi di era digital. Contohnya dengan mengurangi gap kecakapan digital dan terus mengembangkan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia berharap kaum perempuan Indonesia, termasuk para womenpreneur ini bisa lebih berdaya ke depannya.
"Semoga Indonesia bisa selangkah lebih maju dalam mewujudkan perempuan berdaya di era ekonomi digital," pungkasnya.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.