Dokter Levi menyarankan, jangan mulai langsung dengan yang berat. Triknya ialah mulai dengan latihan ringan.
“Untuk mengawalinya enggak perlu olahraga sampai 3 jam. Lebih baik teman-teman olahraga 30 menit, tapi dilakukan 5 kali dalam seminggu. Bahkan kalau belum biasa olahraga, sisihkan waktu 5 menit juga enggak apa-apa, yang penting lakukan dulu,” tambahnya.
Ia memberi contoh latihan sederhana yang bisa dilakukan, misalnya jalan kaki di sekitar tempat tinggal yang bisa rutin dijalani selama 5 menit di bulan pertama. Kemudian bisa ditingkatkan intensitasnya selama 10 menit di bulan berikutnya. Kuncinya di sini adalah disiplin untuk terus melakukannya.
“Kebugaran tubuh itu berawal dari konsistensi yang berfrekuensi, artinya harus diulangi terus menerus. Kalau kita tidak punya kebiasaan , kita tidak akan bisa improve,” lanjut dr. Levi.
Nah, yang terakhir adalah memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Makan bergizi serta batasi konsumsi gula dan garam adalah langkah dasar yang ideal. Memang, gula dan garam biasanya membuat makanan jadi lebih nikmat. Garam dan gula boleh saja dikonsumsi, asal jangan berlebihan.
“Gula dan garam berlebih mungkin tidak menimbulkan efek negatif sekarang, tapi nanti ketika teman-teman sudah tua. Di samping itu, berpotensi sebabkan obesitas hingga produktivitas berkurang,” tutup dr. Levi.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.