Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tradisi Memanjangkan Telinga Suku Dayak, Identitas Bangsawan hingga Simbol Kecantikan Wanita

Kevi Laras , Jurnalis-Rabu, 25 Mei 2022 |13:02 WIB
Mengenal Tradisi Memanjangkan Telinga Suku Dayak, Identitas Bangsawan hingga Simbol Kecantikan Wanita
Gadis cantik Suku Dayak sedang memeragakan Tari Burung Enggang (Foto: Instagram/@stefanny1414_)
A
A
A

BUDAYA dan tradisi Indonesia dikenal sangat beragam, dan unik. Salah satunya, tradisi kuping atau telinga panjang yang dikenal khas dari suku Dayak.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasan asal usul kuping panjang dari suku Dayak dirangkum MNC Portal dari berbagai sumber. Secara umum, kecantikan dilihat dari wajah, namun berbeda dengan Suku Dayak.

Wanita Dayak memiliki keunikan, yang kecantikan seorang wanita Dayak bukan dinilai dari wajah, tetapi dari telinganya. Diketahui, telinga panjang suku Dayak disebut tradisi 'Telingaan Aruu'.

BACA JUGA: Sandiaga Bangga Kalbar Punya Rumah Kreatif, Ada Kain Tenun hingga Pernak Pernik Suku Dayak
Tradisi Kuping Panjang Suku Dayak
(Foto: Shutterstock)

Maksudnya, belum dikatakan cantik wanita, bila belum memanjangkan daun telinganya. Tradisi Telingaan Aruu dimulai saat masih bayi dan dikenal dengan sebutan 'Mucuk Penikng'.

Telinga panjang memiliki tujuan, seperti kalangan Dayak Kayan, mereka melakukan pemanjangan telinga sebagai identitas kebangsawanan seseorang.

Khusus, perempuan, pemanjangan telinga digunakan untuk menunjukan identitas kebangsawanan, juga sebagai pembeda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement