"Orangtua dan guru mempunyai peranan penting dalam menanamkan pola hidup sehat pada anak-anak terus diingat dalam memorinya hingga mereka dewasa. Juga mengurangi paparan terhadap polusi udara juga merupakan upaya pencegahan terhadap hipertensi, selain mengatasi stresor dan tidur yang cukup.” kata dr. Eka.
Dia menambahkan, usia bertambah maka risiko hipertensi meningkat. Risiko hipertensi meningkat tajam pada usia 45 tahun. Dengan itu, dia menyarankan agar melakukan cek tekanan darah atau hipertensi secara berkala.
"Pemeriksaan tekanan darah secara regular disarankan dimulai pada usia 18 tahun, terutama yang mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi atau penyakit kardiovaskular. Pasien diabetes berisiko mengalami hipertensi sehingga dengan demikian harus di lakukan pemeriksaan darah berkala untuk mendeteksi adanya hipertensi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Erwinanto, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, Ketua InaSH menerangkan bahwa sebanyak 50 persen lebih di Indonesia mengonsumsi obat penurun hipertensi yaitu usia anak muda. Mereka yang hidup di daerah perkotaan.
“Survey May Measurement Month yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia pada tahun 2017 yang mengikut sertakan partisipan di daerah perkotaan berusia muda (umur rerata 43 tahun) menunjukkan hanya 52,5% penyandang hipertensi yang minum obat penurun tekanan darah,” jelas dr Erwin.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.