DOKTER Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Ade Rachmat Yudiyanto, Sp.A(K), M. Ked(Ped) mengingatkan, orangtua tak usah panik bila menemukan gejala awal hepatitis pada anak.
"Kalau ada gejala, jangan panik. Segera bawa pasien ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan," ujarnya.

Gejala awal hepatitis antara lain diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai demam ringan. Bila gejala ini muncul, selain berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, maka orangtua juga perlu memastikan anak beristirahat total.
Orangtua juga wajib menjaga asupan cairan anak dan ion tubuh cukup agar tidak jatuh dalam kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan yang pada jangka panjang bisa membahayakan kesehatan. Sementara untuk makanan, tidak ada pembatasan khusus namun berpedoman pada prinsip gizi seimbang.
"Istirahat total. Semua aktivitas dilakukan di tempat tidur," kata Dokter Ade.
Menurut Dokter Ade, orangtua sebaiknya tak menunggu gejala lanjutan muncul seperti kulit dan mata kuning hingga penurunan kesadaran yang dapat pada akhirnya mengharuskan pasien dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) dan bahkan dilakukan cangkok hati.
Jika anak mengalami gejala hepatitis, maka orangtua sebaiknya segera membawanya ke dokter. Namun tak usah panik.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.