Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambut Hari Raya dengan Kain Tradisional Indonesia

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Rabu, 20 April 2022 |09:48 WIB
Sambut Hari Raya  dengan Kain Tradisional Indonesia
Kain Ulos (Foto: Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
A
A
A

Ada dua perayaan besar dalam waktu dekat ini. Pertama, tentu saja perayaan Hari Kartini. Kedua, hari raya Idulfitri atau kita biasa menyebutnya Lebaran. Hari Kartini yang jatuh pada 21 April biasanya dirayakan dengan mengenakan busana nasional, yang kebanyakan adalah kebaya/surjan dan kain batik. Sementara itu, saat Lebaran busana muslim seperti kaftan atau abaya dan baju koko pilihannya.

Namun, bagaimana jika kita mencoba lebih banyak mengaplikasikan kain tradisional pada kedua perayaan? Pastinya ini jadi keunikan tersendiri. Alasannya jelas, kain-kain tradisional Indonesia memiliki ciri khas yang lekat dan belum ada negara lain yang menyamai keragamannya.

Bahkan sejumlah tokoh dunia pun menyukai kain tradisional Indonesia. Sebutlah Bill Gates yang mengenakan batik ketika berkunjung ke Indonesia beberapa tahun lalu. Bahkan motif tenun endek Bali dilirik desainer kondang Christian Dior untuk koleksi Spring/Summer 2021, patutlah kita bangga dengan produk lokal yang bisa mendunia. Inilah saatnya mencoba menggunakan kain tradisional Indonesia untuk hari raya. Jangan salah, kain tradisional bisa dipadu-padankan dengan baju koko atau blus Lebaran dan bahkan bisa tampil lebih atraktif.

Soal pilihan jenis kainnya, tentu tidak hanya batik. Masih ada banyak jenis kain tradisional dari berbagai daerah dengan daya tariknya tersendiri. Jika masih bingung, berikut pilihannya untuk Anda.

1. Kain Ulos

Menyebut ulos, Anda mungkin sudah bisa menebak jika kain ini berasal dari daerah Sumatra Utara. Kain ini pada zaman dulu digunakan sebagai pakaian keseharian masyarakat Sumut, tetapi sekarang lebih dikenal sebagai kain utama untuk berbagai acara adat Suku Batak. Sebutlah mulai dari acara ibadah, kelahiran anak, pemberian marga, dan paling utama acara pernikahan.

Bagi orang luar, kain ulos yang berwarna-warni ini sekilas tampak mirip-mirip. Namun, sebetulnya jenis ulos sangat beragam, tergantung dari jenis motif, warna, dan tujuan penggunaan ulos. Sebagai contoh, kain ulos untuk perayaan kelahiran anak berbeda jenisnya dengan kain ulos untuk acara pernikahan. Jadi, saat membeli kain ulos, pastikan Anda sudah mencari tahu tentang jenis kain ulos yang dipilih.

2. Kain Songket

Jika menyebut asal kain songket, bisa jadi hanya disebut Palembang atau daerah Sumatera Selatan. Padahal, kain songket juga ditemukan di kawasan Sumatera Barat, yang juga menjadi kain tradisional Suku Minangkabau. Jenis motif kain songket Minang yang cukup kondang adalah motif pucuk rabuang dan motif kaluak paku. Seperti kain ulos, kain songket Minang juga sering digunakan saat upacara-upacara adat seperti acara pernikahan.

Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan kain songket Palembang yang juga kerap digunakan saat acara pernikahan. Beda kain songket Minang dengan kain songket Palembang adalah pada motifnya. Jenis motif pada songket Palembang antara lain songket bunga dan songket lepus.

Kain songket Palembang cenderung menggunakan unsur warna emas dan warna merah pada kainnya. Jenis motifnya pun terdiri dari kumpulan motif kecil yang rapat-rapat. Sementara itu, kain songket Minang, meskipun juga kerap menggunakan unsur warna emas dan warna merah, motif geometris seperti garis-garis panjang dan persegi lancip lebih sering digunakan.

3. Kain Tapis

Kain ini berasal dari daerah Lampung. Penggunaan warna emas juga menjadi ciri khas kain tapis Lampung, yang sekaligus mengesankan kain yang mewah. Kain tapis Lampung terkadang mudah dikenali karena sebagian kainnya memiliki ciri motif khas kotak-kotak.

Selain itu, karena menggunakan bahan benang emas dan proses pembuatannya yang cukup rumit, kain tapis dikenal memiliki harga yang mahal hingga jutaan rupiah. Ini jugalah yang membuat kain tapis Lampung hanya digunakan pada perayaan khusus seperti pernikahan dan jarang digunakan sebagai kain sehari-hari.

4. Kain Lurik

 

Kain lurik kini memiliki warna yang variatif (Foto : Instagram @dibyolurik.galeri)

Selain batik, masyarakat Yogyakarta juga mengenal kain lurik sebagai kain tradisionalnya. Berbeda dengan batik yang memiliki motif detail dan rumit, kain lurik jauh lebih sederhana. Kain lurik hanya memiliki motif garis-garis, baik membujur atau melintang (garis horizontal maupun vertikal) dengan ukuran motif yang agak besar.

Warnanya pun hanya terdiri dari warna hitam dan cokelat atau cokelat kekuningan. Pada zaman dulu, kain lurik dibuat dari serat kapas atau serat kayu. Namun, sekarang ini banyak dijumpai kain lurik yang terbuat dari benang sintetis dan warna yang lebih variatif dengan model potongan busana yang lebih modern.

5. Kain Sasirangan Banjar

 

(Foto : Instagram @sasirangan_meyliamedina)

Kain ini mempunyai motif utama berupa lajur atau garis, ceplok, dan variasi yang cukup sederhana. Anda bisa menemukan kain Sasirangan Banjar di sekitar kawasan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ketika menyambangi toko-toko yang menjual suvenir, kain sasirangan pastinya akan menyedot perhatian Anda karena penggunaan warna-warnanya yang cerah dan motif yang longgar atau tidak rapat.

Pada awalnya, kain ini kerap digunakan untuk masa-masa pengobatan tradisional keluarga kerajaan Suku Banjar. Namun, dalam perkembangannya, kain sasirangan Banjar mulai digunakan pada upacara-upacara adat lainnya.

 BACA JUGA: Tak Hanya Menawan, Ini Keunikan Bromo yang Perlu Kamu Tahu

6. Kain Tenun Donggala

Kain tradisional ini dibuat dengan cara ditenun atau disongket. Jika diperhatikan lebih dekat, kain yang berasal dari kawasan Sulawesi Tengah ini memiliki motif geometris yang sederhana, tetapi seringkali tersusun berderetan sehingga terbentuk motif jalur memanjang.

Meskipun demikian, seringkali motif kain tenun Donggala berjarak renggang satu sama lain (motif tidak rapat). Ciri khas lainnya yang membuat kain tenun Donggala mudah dikenali adalah warna-warnanya yang cukup berani sehingga menarik perhatian.

7. Kain Sarung Bugis

 

(Foto : Instagram @tenun_sengkang)

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kain ini. Kain sarung Bugis yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, ini dikenal memiliki motif kotak-kotak dan paduan warna yang cukup berani tetapi tetap cantik saat dikenakan.

Untuk upacara-upacara adat penting, biasanya digunakan kain sarung Bugis dengan sulaman benang emas atau benang perak. Hal ini menambah kesan mewah dan meriah kain sarung Bugis dan terlihat berkilauan saat dipakai.

8. Kain Tenun NTT

 

(Foto : Wonderfulimage/Masday)

Jenis kain ini juga cukup populer di kalangan pencinta kain tradisional. Kain tenun dari Nusa Tenggara Timur bisa dikenali dari motifnya yang berupa lajur-lajur panjang yang berisikan detail motif geometris di tiap lajurnya.

Warna-warna merah, hitam, dan cokelat banyak digunakan pada kain tenun NTT. Kain tenun NTT biasanya memiliki harga yang lumayan mahal karena masih dibuat dengan alat tenun tradisional dan masih ada yang menggunakan bahan pewarna alami pada kainnya.

Jika berniat mengoleksi kain-kain tradisional Indonesia, sebenarnya Anda bisa menemukannya di sejumlah marketplace. Namun, tentunya pengalamannya akan berbeda jika dibandingkan Anda berwisata ke suatu daerah di Indonesia, mengunjungi pusat kerajinan kain tradisional, dan berbincang-bincang langsung dengan para pengrajin lokal, serta tak lupa #BeliKreatifLokal untuk mengoleksi berbagai jenis kain tradisional secara langsung dari pengrajin.

Ketika Anda berkunjung ke pengrajin lokal, jangan lupa untuk mengabadikannya melalui media sosial Instagram. Saat ini Kemenparekraf sedang menyelenggarakan sayembara Ambassador Kampung Sini (Akamsi), untuk mendukung destinasi wisata dan pelaku UMKM yang masih belum tersentuh. Kategori yang dilombakan antara lain pesona alam, budaya, desa, kota, kuliner, dan UMKM. Caranya mudah dengan follow akun Instagram @pesona.indonesia dan mengunggah postingan ke Instagram Feed dalam bentuk foto atau video lalu highlight ke Instagram Story, untuk lebih detailnya bisa klik disini! Ada banyak hadiah berupa smartphone dan uang elektronik. Ingin mencoba peruntungan lainnya? Ikuti kegiatan Pesona Punya Kuis (PUKIS) untuk mendapatkan merchandise dan hadiah jutaan rupiah yang dibagikan setiap bulannya. Tunggu apalagi, segera follow akun Instagram @pesona.indonesia untuk mendapatkan berbagai informasi tidak hanya destinasi wisata akan tetapi Anda bisa cek produk ekonomi kreatif yang keren dan lucu-lucu hasil karya pengrajin Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga memiliki ketertarikan khusus pada kain-kain tradisional Indonesia. Pada beberapa kali kesempatan saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah, Sandiaga seringkali mencoba mengenakan kain-kain tradisional daerah setempat. Bahkan, Sandiaga aktif mempromosikan kain Indonesia ke luar negeri.

"Kami akan mendorong agar kain-kain tenun tradisional Indonesia dapat dipakai oleh brand-brand dunia, sehingga produk ekonomi kreatif kita semakin dikenal, dan pelaku UMKM di Indonesia bisa naik kelas," kata Sandiaga. (WLD/VAL)

CM

(Fitria Dwi Astuti )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement