Pendampingan melibatkan 2.790 anak Baduta, 518 ibu hamil, 144 ibu hamil kekurang energi kronik (KEK), dan 840 ibu menyusui yang punya anak bayi 0-6 bulan. Hasil menunjukkan keadaan yang cukup baik. Rerata Baduta dengan gizi pendek turun 6%, anak Baduta dengan gizi kurang menurun 3%, rerata ibu hamil dengan KEK turun 7,1%.
“Hal ini membuktikan bahwa pendampingan selama 3 bulan terhadap keluarga berisiko stunting memberikan bukti (adanya penurunan kasus stunting) bukan janji,” jelasnya.
Melihat kemampuannya, Menteri Kesehatan Budi mengaku bangga memiliki Profesor dibidang gizi. Diharapkan Prof. Santi dapat ikut andil dalam upaya mengejar target penurunan kasus stunting di Indonesia hingga 14%.
BACA JUGA: Salah Satu Penyebab Stunting, Kurangnya Perhatian Orangtua terhadap Asupan Anaknya
"Jadi Prof. Santi jangan kaget kalau nanti diajak video conference malam-malam atau week end untuk bantu bagaimana caranya kita mempercepat penurunan angka stunting ke angka 14 persen, kalau bisa lebih turun lagi,” ungkap Menkes Budi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.