KASUS stunting di Indonesia bisa meningkatkan morbiditas dan mortalitas, serta menghambat fungsi kognitif. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Moesjijanti Yudiarti Endang Soekatri, M.C.N dalam orasi ilmiah dengan judul ‘Peran Ahli Gizi dalam Eradikasi Stunting Melalui Gerakan OVON (One Village One Nutritionist).
Sementara dalam jangka panjang, stunting tidak saja berpengaruh pada fisik yang pendek tapi juga berisiko terhadap penyakit degeneratif serta menurunkan kesehatan reproduksi.

“Singkatnya stunting yaitu gangguan pertumbuhan disertai dengan hambatan perkembangan pada masa kandungan ibu. Proses terjadi stunting bersamaan dengan hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ vital lainya seperti otak, jantung, dan ginjal,” kata Prof Santi.
Lebih lanjut, dalam penelitiannya salah satu cara menurunkan stunting adalah dengan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting. Pendampingan tersebut dilakukan oleh tenaga profesional di bidang gizi dan kesehatan.