MENJADI kru kabin bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Dicky, salah satu pramugara maskapai terbaik di Timur Tengah membagikan pengalamannya saat mengalami turbulensi.
Dicky menceritakan, beberapa kali ia sempat mengalami kejadian turbulensi di udara. Namun yang paling diingatnya yakni ketika turbulensi itu mengakibatkan banyak barang berjatuhan.
Hal ini berawal ketika pesawat masuk ke dalam Clear Air Turbulence (CAT), kondisi dimana pesawat tiba-tiba turun sekian feet dalam hitungan detik tanpa terdeteksi dari radar pesawat ketika penerbangan Amsterdam-Jakarta.
"Saat itu sekitar 4-5 jam setelah takeoff dari Bandara Schipol, Amsterdam. Kondisi ini membuat barang-barang yang tidak diletakkan pada tempat yang aman, akan seketika terpelanting ke atas dinding langit kabin pesawat," ujar Dicky kepada MNC Portal pada Kamis (31/3/2022).

Tak hanya barang, penumpang dan kru kabin bisa saja bisa terpelanting ke atas jika tak menggunakan sabuk pengaman.

Pesawat turbulensi hingga barang berjatuhan - dok Istimewa
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dari kejadian turbulensi tersebut.
"Kabin kru saat itu langsung ambil posisi duduk di jumpseat, pake seatbelt. Saya sendiri berada di kabin paling belakang, setelah keadaan aman kita baru berani berdiri dan bersihkan tumpahan jus," terang Dicky.
"Kejadian yang bener-bener parah selama 30 menit, sisanya turbulensi biasa. Saat turbulensi parah itu penumpang histeris," jelas Dicky.