Meski demikian, jika terdapat penumpang yang beprofesi sebagai tenaga medis, mereka akan dipanggil terlebih dahulu untuk membantu kondisi darurat.
"Biasanya kami melakukan Public Address System (PA), 'Hadirin sekalian, apakah ada profesional medis di pesawat?'", imbuhnya.
Namun jika tak ada penumpang yang berprofesi tenaga medis maka kru kabin yang ikut turun tangan.
Bagaimanapun juga, pelatihan itu hanya untuk berjaga-jaga jika ada keadaan darurat selama penerbangan. Jadi, tak semua kru kabin pernah menerapkannya selama penerbangan. (nia)
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.