Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Olahraga High Intensity Training Bisa Picu Serangan Jantung, Jangan Dipaksain Bestie Kalau Gak Kuat!

Antara , Jurnalis-Jum'at, 18 Maret 2022 |15:30 WIB
 Olahraga High Intensity Training Bisa Picu Serangan Jantung, Jangan Dipaksain Bestie Kalau Gak Kuat!
Risiko serangan jantung (Foto: Cardio Metabolic institute)
A
A
A

“Setiap orang sebaiknya berolahraga yang sesuai dengan kondisi dan kesehatan jantung atau berdasarkan resep olahraga dari dokter. Jika seseorang belum mengetahui kondisi kesehatan jantungnya, disarankan untuk melakukan olahraga tipe aerobik dengan intensitas ringan-sedang, dengan peningkatan denyut jantung 10-20 kali per menit dari denyut jantung awal sebelum olahraga,” ujarnya.

Serangan jantung bisa terjadi saat berolahraga bila kerja jantung terlalu terbebani.

“Saat seseorang melakukan olahraga dengan intensitas yang melebihi kemampuan jantung, terlebih belum diketahuinya kondisi kesehatan jantung saat melakukan olahraga, maka hal tersebut dapat membebani kerja jantung sehingga dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan gangguan pada jantung,” ujar dia.

“Terlebih jika telah terdapat gejala-gejala penyakit jantung koroner seperti nyeri dada saat beraktivitas, cepat lelah, sesak nafas jika berjalan jauh atau menaiki tangga, berdebar, dan lain sebagainya,” ujar dia.

Olahraga dapat meningkatkan permintaan darah dan oksigen ke dalam otot jantung. Pada pasien dengan penyakit jantung koroner, terdapat sumbatan aliran darah koroner yang dapat menurunkan suplai darah ke dalam otot jantung.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement