UNI Eropa mengumumkan membuka perbatasan bagi para turis dari luar wilayah yang telah disuntik vaksin Covid-19 yang disahkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization).
Melansir Reuters, vaksin yang telah diakui di Uni Eropa adalah produksi Pfizer-BionTech, Moderna, AstraZeneca (bila diproduksi di Eropa), Johnson & Johnson dan Novavax.
Tetapi, WHO juga menyetujui vaksin produksi Sinopharm dan Sinovac serta vaksin buatan India Bharat Biotech.
"Negara-negara anggota Uni Eropa harus mencabut pembatasan sementara pada perjalanan tidak penting untuk orang-orang yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui Uni Eropa atau WHO," menurut rekomendasi.
Rekomendasi ini akan berlaku mulai 1 Maret.
Pembatasan akan dicabut untuk pelancong yang menerima dosis terakhir dari siklus vaksinasi utama setidaknya 14 hari dan tidak lebih dari 270 hari sebelum kedatangan.
Wisatawan yang mendapat rekomendasi juga akan diterima.
Negara Uni Eropa menyetujui pula mencabut pembatasan sementara pada perjalanan yang tidak penting bagi orang-orang yang telah pulih dari COVID-19 dalam waktu 180 hari sebelum bepergian ke sana.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.