CAP Go Meh merupakan bagian penting sekaligus penutup dari perayaan Tahun Baru China. Warga Tionghoa di seluruh dunia merayakan Cap Go Meh dengan meriah.
Istilah Cap Go Meh berasal dari Bahasa Hokkien, yang mana memiliki arti 15 hari atau malam setelah Tahun Baru Imlek. Awalnya Cap Go Meh dirayakan untuk menghormati Dewa Tahi Yi, yang dikenal sebagai dewa tertinggi di Dinasti Han.
Diwarnai dengan atraksi barongsai dan lampu lampion, Cap Go Meh menjadi tradisi budaya yang sudah mengakar di Indonesia. Sejumlah daerah kerap menggelar festival kuliner untuk meramaikan perayaan Cap Go Meh.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi pandemi memaksa beberapa daerah di Tanah Air merayakan Cap Go Meh secara sederhana.
Penerapan protokol kesehatan juga diawasi dengan ketat. Berikut sejumlah daerah yang merayakan Cap Go Meh dengan cara sederhana di masa pandemi sebagaimana dihimpun Okezone.

Bogor
Perayaan Cap Go Meh di Bogor, Jawa Barat tak lengkap tanpa Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM). Acara ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat Tionghoa setiap tahunnya.
Tahun ini pengunjung Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) hanya bisa merayakan festival secara daring. Mereka berkumpul dan berdoa bersama lewat virtual. Doa dan harapan disampaikan partisipan melalui kolom komentar.
Untuk tamu tertentu, mereka masih dapat menghadiri CGM secara offline. Peserta wajib memenuhi syarat vaksin dua kali dan memindai barcode aplikasi PedulilLindungi. Pintu Vihara juga ditutup demi menghindari kerumunan.