Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Remehkan Omicron, Menkes: Tetap Waspada dan Jangan Panik!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 24 Januari 2022 |12:35 WIB
Jangan Remehkan Omicron, Menkes: Tetap Waspada dan Jangan Panik!
Varian Omicron (Foto: Femme actuelle)
A
A
A

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa jangan anggap enteng Omicron.

"Kita tidak boleh anggap enteng Omicron. Sekali lagi, kami tidak tahu juga apakah (varian) ini bisa menimbulkan kematian. Bisa menimbulkan kematian banyak kalau rumah sakitnya penuh," papar Luhut di konferensi pers virtual, Senin (24/1/2022).

 Menkes

Tapi, kesiapan rumah sakit dan obat-obatan, kata Luhut, saat ini ketersediaannya lebih dari cukup. Soal obat misalnya, Indonesia saat ini sudah kantongi 2 obat Omicron yaitu dari Merk dan Pfizer.

"Jadi, persiapan kita menangani Omicron ini jauh lebih baik dibandingkan penanganan Delta yang lalu," tambahnya.

Meski tidak boleh diremehkan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, masyarakat tetap tidak boleh panik. Di sisi lain, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada.

"Jangan panik, tapi tetap harus waspada dan hati-hati karena penyebaran Omicron sedang tinggi saat ini," papar Menkes Budi.

Ia menambahkan, data yang dimiliki saat ini mengungkapkan bahwa kenaikan kasus memang cepat sekali dan bisa tinggi, tetapi itu bisa turun cepat dan tidak menimbulkan keparahan yang berarti.

 Baca juga: Gawat! Kasus Omicron di Tanah Air Terus Naik Menjadi 1.396 Orang

"Kasusnya memang naik cepat, tapi tidak lebih tinggi dari serangan Delta. Lalu, Omicron ini juga kasusnya cepat turun dan angka keterisian rumah sakit pun rendah," ungkap Menkes Budi.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement