Pulau Bungin merupakan pulau terpencil dengan luas wilayah sekitar 8,5 hektar, namun pulau ini diklaim menjadi pulau terpadat sebab dengan luas wilayah tersebut jumlah penduduknya mencapai sekitar 5.000 jiwa (data BPS 2014).
Di sisi lain, wisatawan perlu tahu bahwa di Pulau Bungin ada sebuah restoran apung yang menyajikan berbagai kuliner khas menu laut (seafood) mulai dari ikan, lobster, cumi, udang, kerang dan lainnya yang masih segar.
Uniknya lagi, wisatawan bisa memilih langsung jenis makanan laut yang akan dikonsumsi, dengan mengambil langsung dari tambak yang ada di areal Resto Apung Pulau Bungin.
Jadi pedagang tinggal memasak makanan laut yang sudah dipilih pengunjung sesuai selera yang diinginkan.
Minim fasilitas umum
Tapi satu tips untuk wisatawan yang akan berwisata kuliner ke Restoran Apung Pulau Bungin, harus datang sebelum pukul 17.00 Wita. Jika lewat dari itu, pemilik restoran tidak bisa menerima tamu lantaran khawatir sampai malam.

Restoran apung yang telah buka sejak hampir dua tahun itu, belum memiliki fasilitas listrik sehingga mereka tidak bisa menerima tamu sampai malam.
"Untuk menuju restoran apung, kita menyeberang sekitar 10 menit menggunakan perahu pemilik resto. Jadi fasilitas perahu ini diberikan gratis," kata Balqis.
Namun demikian, pengunjung lainnya Intan menyayangkan minimnya fasilitas di umum di Pulau Bungin. Salah satunya fasilitas toilet umum.
"Toiletnya ada, tapi sayang tidak terawat dan semuanya rusak," katanya.
Toliet umum ini berada persis di dermaga penyeberangan wisatawan ke Restoran Apung Pulau Bungin, yang juga dimanfaatkan oleh warga secara umum.
Mestinya, fasilitas lima unit toilet umum itu bisa dipelihara dengan baik agar dapat dimanfaatkan baik untuk wisatawan maupun warga sekitar.
Sementara seorang warga di Pulau Bungin Tison Sahabuddin berharap untuk pengembangan di Pulau Bungin, pemerintah bisa serius memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar warga.