Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kaca Retak di Ketinggian 35.000 Kaki, Pesawat Ini Mendarat Darurat

Salwa Izzati Khairana , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |06:02 WIB
Kaca Retak di Ketinggian 35.000 Kaki, Pesawat Ini Mendarat Darurat
Pesawat British Airways mendarat darurat karena kaca retak (Foto: Bloomberg)
A
A
A

SEBUAH pesawat British Airways melakukan pendaratan darurat setelah mengalami kecelakaan, di mana kaca depan pesawat retak di ketinggian 35.000 kaki. Beruntung pesawat yang membawa sekitar 200 penumpang selamat dalam insiden tersebut.

Melansir dari Hindustan Times, pesawat dengan nomor penerbangan BA2236 berangkat dari Bandara Internasional Gatwick, London dan mendarat darurat di bandara San Jose di Kosta Rika pada Hari Natal ketika insiden aneh itu terjadi.

Dilaporkan bahwa balok es dari pesawat yang terbang sekitar 1.000 kaki di atasnya menabrak kaca depan British Airways dan membuatnya retak.

Balok es itu menghancurkan kaca depan setebal dua inci, yang hampir tahan peluru untuk menahan kekuatan ekstrem. Namun, pesawat mendarat dengan selamat di San Jose.

Insiden itu digambarkan sebagai satu dalam sejuta insiden, di mana mendarat dengan semua penumpang selamat. Meski begitu, insiden tersebut membuat para penumpang terdampar selama Natal karena mereka tidak dapat kembali ke London dengan penerbangan yang sama.

Baca juga: Daftar Penumpang yang Dikeluarkan dari Pesawat karena Baju Kelewat Seksi

Infografis Kaca Pesawat

Dua orang penumpang, Jo Mitchell dan Geir Olafsson, tengah berbulan madu di Kosta Rika. Mereka telah berangkat dari resor pantai Pasifik untuk kembali ke Edinburgh melalui Gatwick agar dapat bertemu dengan keluarga saat Natal.

“Suami saya adalah orang asal Islandia dan keluarganya yang tinggal di Edinburgh merayakan Natal pada 24 Desember. Kami berusaha mati-matian untuk menemukan penerbangan lanjutan pada saat ini yang akan membawa kami ke sana tepat waktu agar tidak melewatkan Natal keluarganya," ujar Mitchell.

Menurut mereka, aplikasi BA menunjukkan status yang tidak jelas tentang penerbangan yang ditunda ke hari berikutnya.

"Waktu penerbangan, bagaimanapun, hanya menunjukkan penundaan empat jam. Kami tidak menerima informasi melalui email atau pesan sehingga berharap itu hanya kesalahan. Kami mengambil mobil dan melanjutkan ke bandara, sangat berharap itu tidak benar," tambahnya.

Namun, penerbangan dijadwal ulang 50 jam setelah waktu keberangkatan semula. “Pada titik ini kami sangat terpukul, menyadari bahwa kami akan melewatkan Natal bersama kedua keluarga,” ujarnya.

British Airways kemudian mengeluarkan permintaan maaf kepada para penumpang yang harus membatalkan rencana Hari Natal mereka karena insiden tersebut.

Baca juga: Penumpang Alami Nyeri Dada, Pesawat Ini Putar Balik ke Bandara

Infografis Kecelakaan Pesawat

“Kami tidak akan pernah menerbangkan pesawat kecuali kami merasa benar-benar aman untuk melakukannya, dan pada kesempatan ini, teknisi kami tidak dapat menerbangkannya. Sejak itu, tim kami telah bekerja di belakang layar melakukan semua yang mereka bisa untuk memastikan pesawat siap pada kesempatan paling awal untuk membawa penumpang ke London," ujar pejabat British Airways dalam sebuah pernyataan.

"Kami menghargai kesabaran dan pengertian dari penumpang kami, dan para insinyur serta rekan kru kami yang juga telah melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu," imbuhnya.

British Airways menawarkan pengembalian uang penuh kepada semua penumpang yang terkena dampak, dan tambahan sebesar 520 pound (Rp10 juta) per orang yang ditetapkan untuk penundaan lama di bawah aturan hak penumpang udara.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement