Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Kontrol Pasca-Sunat Menurut Dokter Bedah Syaraf

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 30 Desember 2021 |19:30 WIB
    Pentingnya Kontrol Pasca-Sunat Menurut Dokter Bedah Syaraf
Dokter bedah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SUNAT merupakan tindakan bedah yang paling banyak dilakukan sejak berabad-abad lamanya. Apalagi sunat berkaitan dengan kewajiban umat Islam.

Namun penggunaan teknik sunat yang tidak tepat bisa sangat berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, kini hadir solusi terbaik untuk sunat yang lebih aman dan nyaman, yaitu metode sunat Klem.

 sunat

Dokter Arry Rodjani, Sp.U.(K), Dokter Spesialis Urologi menjelaskan, anak yang tidak disunat berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) sebesar 3-10 kali dibanding anak yang disunat pada tahun pertama kehidupan.

Selain itu, banyak manfaat lainnya dari tindakan sunat yang sangat baik bagi kesehatan. Tentunya, sunat yang aman bukan menggunakan teknik dengan alat yang dipanaskan terlebih dahulu atau yang kita kenal selama ini dengan sunat laser.

"Sunat dengan metode laser bisa berisiko menyebabkan luka bakar, cedera kelenjar penis, hingga yang terparah yaitu kepala penis terpotong," ujarnya.

Untuk meminimalisir berbagai risiko yang mungkin terjadi pada tindakan sunat, hadirlah metode Klem yang telah direkomendasikan oleh WHO sebagai metode sunat terbaik.

Dari sekian banyak klem yang digunakan di Indonesia, mahdian klem merupakan satu-satunya produk asli karya anak bangsa yang telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Nomor AKD 21103910201.

Dr. Mahdian Nur. Nasution SpBS, Dokter Bedah Syaraf di Rumah Sunat dr. Mahdian menambhakan, sunat dengan metode mahdian klem bisa meminimalisir risiko pendarahan. Teknik biusnya juga tidak menggunakan jarum suntik sehingga dapat mengurangi rasa takut pada anak dan membuat anak merasa lebih nyaman.

"Metode sunat ini tidak memerlukan jahitan dan perban. Selain itu, proses sunat dengan Mahdian Klem ini relatif lebih cepat yaitu kurang dari 7 menit,” ujarnya.

Setelah tindakan sunat, anak bisa langsung beraktivitas. Namun, hal lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah kontrol pasca-sunat.

Kontrol pasca-sunat diperlukan agar proses pemulihan luka sunat bisa dipantau dengan baik oleh dokter. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah berbagai risiko yang mungkin terjadi, seperti komplikasi pada penis, pendarahan, penis bengkak, hingga infeksi.

"Apabila kontrol pasca-sunat dilakukan, berbagai komplikasi tersebut tentunya bisa dicegah dan segera ditangani dengan cara yang tepat," pungkasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement