Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Ritual Unik di Pernikahan Tradisional Korea Selatan, Hanya Digelar 60 Menit

Antara , Jurnalis-Selasa, 14 Desember 2021 |05:01 WIB
5 Ritual Unik di Pernikahan Tradisional Korea Selatan, Hanya Digelar 60 Menit
Pernikahan Tradisional Korea Selatan (ANTARANEWS/LIA WANANDRIANI SANTOSA)
A
A
A

JAKARTA - Sebagian masyarakat di Korea Selatan masih memilih menggunakan pernikahan tradisional. Antara sempat menjadi saksi pernikahan tradisional yang dilakukan di negeri Gingseng tersebut.

Biasanya, lokasi pernikahan berada di rumah Min Yeong-hui (1852-1935), pemilik salah satu hanok di Namsangol. Acara pernikahan digelar di pekarangan rumah. Waktu pernikahan yang bisa digelar di sana hanya pada Maret hingga Oktober setiap hari Sabtu dan Minggu, pukul 11.00, 13.00 dan 15.00.

Dekorasi pernikahan pasangan itu terbilang tidak seheboh altar pernikahan di Indonesia. Rumah Min berada di sebelah kiri dari pintu gerbang utama. Rumah itu diperkirakan dibangun pada 1870.

Baca Juga:

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Naik Kereta di Jepang, Jangan Seenaknya Aja!

2 Ular Piton Raksasa Gegerkan Pekerja di Malaysia, Begini Penampakannya

Desain bangunan mencirikan rumah kaum kelas atas di era Joseon, dengan pengaturan paralel antara ruangan utama dan dapur. Interior ruangan sebagian menggunakan kayu termasuk pilar.

Saat rumah milik Min akan digunakan sebagai lokasi pernikahan, salah satu sudut pekarangan, umumnya dipasang tenda bernuansa putih. Di bagian tengahnya, sebuah meja ditempatkan.

Di atasnya, terdapat tiga buah yang berbeda warna, beras, kacang, kurma, arak beras, chesnut dan lilin. Relatif tak ada hiasan berlebihan bahkan tidak ada bunga hidup di lokasi pernikahan. Di bagian belakang hanya ada semacam dinding papar bergambar tanaman bunga dan burung yang sedang terbang.

Lampu-lampu dengan kain penutup berwarna biru dan merah atau melambangkan yin dan yang seperti yang dikenal masyarakat Tionghoa terpasang di sekeliling tenda. Di seberang depan meja, terdapat dua banjar kursi untuk para tamu dan orang tua kedua mempelai. Sementara di bagian kanan tenda, disediakan khusus untuk para pemusik dan penyanyi acara.

Dalam pernikahan tradisional Korea Selatan, setidaknya ada lima ritual yang harus dijalani oleh pasangan, pertama Jeon An Rye. Dalam tahap ini, pengantin pria memasuki rumah mempelai wanita dan memberikan patung kayu angsa liar pada ayah pengantin wanita.

Setelah itu, Gyo Bae Rye, yakni mempelai saling membungkukkan badan. Pada masa lalu, pengantin baru kali pertama bertemu di hari pernikahan mereka karena mereka tidak diizinkan bertemu muka hingga hari pernikahan. Berikutnya, Seo Cheon Ji Rye, pengantin mengucapkan sumpah pernikahan pada surga dan bumi lalu pada masing-masing atau disebut Seo Bae Woo Rye. Terakhir, mempelai meminum alkohol di gelas yang sama sebagai penanda mereka telah bersatu. Setelah itu, pengantin membungkukkan badan pada kedua orang tua mereka dan meminta semacam doa. Ibu dan ayah mempelai biasanya memeluk anak dan menantu mereka.

Acara pernikahan yang berlangsung sekitar 60 menit itu lalu ditutup dengan foto bersama keluarga besar dan para tamu memberikan selamat kepada mempelai. Selain bisa melihat ritual pernikahan ala Korea Selatan, ada beragam aktivitas budaya yang kerap dihadirkan, antara lain permainan tradisional, mencoba mengenakan busana era Joseon, atau melihat pembuatan kerajinan jerami seperti sepatu, kantong untuk membawa beras dan tas.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement