Hasan memiliki beberapa metode yang dia tawarkan kepada kliennya untuk melepas stres. Biasanya, para klien hanya membutuhkan seseorang untuk melampiaskan amarahnya. Namun, ada kalanya Hasan memakai topeng dengan foto wajah orang yang dibenci kliennya untuk mendorong mereka memaki serta mengeluarkan semua rasa frustrasi.
Sebagian besar klien Hasan adalah wanita yang kekuatannya setara dengan anak laki-laki berusia 12 hingga 14 tahun. Oleh karena itu, dia tidak terlalu khawatir akan terluka. Ditambah, dia hampir selalu memakai alat pelindung dan berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugarannya. Dia pun merasa aman menghadapi klien-kliennya.
Hasan akan memberikan waktu sebanyak 10-15 menit per sesi. Setiap harinya, dia hanya menerima empat klien. Di samping itu, Hasan akan mengecek terlebih dahulu apakah kliennya punya alasan kuat untuk mengeluarkan amarah. Pasalnya, dia tidak akan menerima orang yang datang untuk bersenang-senang. Hasan menegaskan bahwa dia adalah stress coach, bukan penghibur.
Hasan Riza Gunay akan meminta kliennya menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa dia melakukan hal tersebut secara sukarela. Ini dilakukan agar klien Hasan tidak khawatir akan adanya konsekuensi legal jika Hasan kerap terluka dalam sebuah sesi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.