Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Pekerjaan Unik Stress Coach, Tugasnya Hanya untuk Dipukuli

Hasyim Ashari , Jurnalis-Minggu, 12 Desember 2021 |13:32 WIB
Viral Pekerjaan Unik Stress Coach, Tugasnya Hanya untuk Dipukuli
Riza Gunay. (Foto: Facebook)
A
A
A

DI belahan dunia lain memang terdapat banyak pekerjaan yang sepertinya tidak masuk akal tapi ternyata menghasilkan banyak uang. Nah, salah satu pekerjaan yang dianggap cukup aneh adalah dibayar untuk dipukuli.

Memang, ada beberapa orang yang memiliki profesi sebagai sparing partner petinju, tapi kali ini orang ini dibayar untuk dipukuli orang biasa. Inilah yang dilakukan pria asal Turki yang mengklaim dirinya sebagai 'stress coach'. Dia rela dibayar untuk dipukuli, tanpa pernah memukul balik.

Melansir Oddity Central, Minggu (12/12/2021), pria tersebut bernama Hasan Riza Gunay. Dia telah memulai pekerjaannya sejak tahun 2010 silam. Pekerjaan itu dia lakukan karena terinspirasi dari sebuah film Turki berjudul Sark Bulbulu (Eastern Nightingale), dimana sang tokoh protagonis secara sukarela membiarkan dirinya untuk dipukuli.

Riza Gunay

Dari film tersebut, Hasan sadar bahwa memukuli seseorang dapat menjadi salah satu cara melepas stres, selain olahraga, meditasi, ataupun tidur. Hasan lantas memutuskan untuk menjadikan hal tersebut sebagai ide bisnisnya. Dia rela dipukul orang asing dan tidak akan memukul balik demi mendapat uang.

"Kebanyakan klienku mengalami depresi atau serangan panik atau stres karena rutinitas harian mereka," ungkapnya kepada agensi berita Turki, Anadolu.

Hasan menyebut pekerjaannya sebagai stress coach karena dia membantu orang lain dalam melepas rasa stres mereka. Dia berharap, kelak akan ada seseorang yang mau mengambil alih bisnisnya, sebelum terlalu tua untuk terus dipukuli.

"Aku ingin melatih orang lain yang tertarik untuk menjadi stress coach dan memberikan sarung tanganku kepada generasi baru," lanjut Hasan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement