NGANRE Sassang merupakan budaya suku Kajang dengan memberi makan bayangan. Ritual unik ini diyakini oleh masyarakat suku yang bermukim di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan itu sebagai penolak bala.
Nganre sassang dilakoni warga Kajang setiap tahun secara tertutup. Berbeda dengan ritual menguji kejujuran yang disebut ritual attunu panrolik yang memang digelar di area umum dan disaksikan seluruh warga Kajang.
Baca juga: Ososo Matsuri, Festival Vagina sebagai Simbol Kesuburan dan Tolak Mandul
Dirangkum dari beberapa sumber, ritual nganre sassang yang merupakan warisan leluhur dan digelar pada Jumat malam itu juga bertujuan agar dimudahkan dalam mencari rezeki.
Bagi anggota keluarga yang menggelar ritual, diminta menyiapkan lilin merah serta beberapa macam makanan. Di antaranya terdiri dari pisang raja, nasi putih, nasi ketan tiga warna, lalu dua ekor ayam bagi yang sudah berumah tangga, dan seekor ayam bagi yang masih lajang.
Nganre sassang dilakukan dengan kondisi gelap, tanpa adanya sumber cahaya listrik. Hanya cahaya dari sebuah lilin merah yang dibakar dengan buah kemiri oleh seorang sanro (dukun).
Baca juga: Kunjungi 3 Wisata Makam Kuno di Tana Toraja, Bikin Merinding dan Menegangkan!
Lalu, diletakkan di hadapan anggota keluarga yang mengikuti ritual. Di situlah bayangan akan tampak pada permukaan dinding rumah.
Satu per satu anggota keluarga yang mengikuti ritual nganre sassang akan mendapat giliran maju ke hadapan dukun kampung Tana Toa Kajang.