FESTIVAL seks Bacchanalia digelar untuk memuja dewa. Ini merupakan tradisi zaman Babilonia kuno. Pesertanya bebas memilih pasangan untuk berhubungan badan secara bergantian di depan umum. Jika bosan dengan manusia, mereka bisa memilih hewan seperti untuk pesta seks.
Festival Bacchanalia pada masa kejayaan Babilonia kuno untuk memuja dewa anggur yang disebut sebagai Bacchus atau Dionysus.
Baca juga: 7 Tradisi Seks yang Aneh di Dunia, Ritual Masturbasi hingga Berbagi Istri
Tak hanya dikenal sebagai dewa anggur (arak), Bacchus disebut juga sebagai dewa mabuk, dewa pesta, dan dewa kegembiraan.
Mengutip dari artikel di Columbia Spectator, dalam literatur Yunani klasik, sosok Bacchus banyak ditemukan di wadah minuman arak. Orang Yunani lebih suka metode yang lebih aromatik dan berkelas, seperti anggur.

Sementara dilihat dari masa Hellenistik, Bacchus adalah seorang pemuda yang tampilannya terlihat seperti perempuan dan terkadang digambarkan dengan tanpa busana.
Baca juga: Mengenal Festival Seks Saut d'Eau Haiti, Ritual Berhubungan Badan Massal di Air Terjun
Saat festival berlangsung, orang-orang yang mengikuti perayaan itu akan melakukan hubungan seksual bersama-sama. Ritual ini dianggap oleh mereka untuk memuja dan menghormati dewa, serta bagian dari ritual kesuburan.