Bernard Vidick, seorang petugas pengadilan Belgia, mengatakan dia telah ditolak penerbangan lanjutan di Paris karena pesawat yang membawa penumpang yang mengalami masalah dari Dublin juga telah tertunda.
"Ini berarti kami diblokir di Paris, padahal kami seharusnya berada di New York. Kami menyia-nyiakan dua hari libur yang kami miliki," ungkap Vidick kepada Reuters.
"Kami telah melakukan yang terbaik, untuk memberikan perawatan kepada penumpang dalam keadaaan sulit ini. Tetapi sayangnya kami tidak dapat memberikan solusi yang optimal untuk semua. Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan bagi pelanggan," papar pihak maskapai Pesawat Brussels Airlines 101.
Atas kejadian tersebut, operator yang melayani Amerika Serikat telah bersiap untuk kemacetan dan penundaan minggu depan karena liburan Thanksgiving tumpang tindih dengan kekurangan tenaga kerja maskapai.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.