PULUHAN penumpang pesawat telantar dua hari di Eropa, setelah penerbangan menuju Amerika Serikat melakukan pendaratan darurat di Dublin, Jerman akibat kegagalan mesin, Sabtu 20 November 2021.
Pesawat Brussels Airlines 101 sedang dalam perjalanan dari Brussels ke New York pada Jumat 19 November. Namun ternyata pilot memberikan pesan darurat "mayday", menunjukkan adanya masalah. Kabar tersebut terdengar ketika berada di ketinggian 37.000 kaki.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Suhu di Kabin Pesawat Begitu Dingin
Pilot Airbus A330-300 meminta untuk dialihkan ke Shannon di Irlandia barat, tetapi beralih ke Dublin atas instruksi dari maskapai, menurut Aviation Herald, situs web independen yang melacak insiden pesawat.
Unit Lufthansa (LHAG.DE) Brussels Airlines mengkonfirmasi bahwa pesawat mengalami pengalihan setelah peringatan mesin, dan pilot telah baik mengikuti prosedur standar.
Melansir dari lapora Reuters, para penumpang memuji kru pesawat, karena telah menempatkan mereka di salah satu hotel kawasan Dublin sebelum diterbangkan ke Paris pada Sabtu.
Meskipun banyak yang kemudian tidak dapat melakukan penerbangan ke New York beberapa hari sebelum festival Thanksgiving di Amerika Serikat.
Salah satunya Maja Schmidt, penumpang berusia 18 tahun dari Jerman yang sedang menuju ke New York untuk bekerja.
Baca juga: Sederet Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bawa Bagasi Kabin, Jangan Sampai Didenda!
"Mereka tidak memiliki makanan vegetarian, jadi saya makan roti dan kue," ujarnya kepada Reuters. Pihak maskapai mengatakan, memiliki kebijakan menawarkan makanan vegetarian dan menyalahkan masalah pada hotel.
Lalu, Oliver Sommerburg yang berusia 22 tahun dari dekat Hamburg, Jerman, hanya melakukan penerbangan kedua dalam hidupnya.
"Itu gila, saya tidak tahu apa yang terjadi. Mereka tidak memberi tahu kami apa pun," ucap Oliver.
Bernard Vidick, seorang petugas pengadilan Belgia, mengatakan dia telah ditolak penerbangan lanjutan di Paris karena pesawat yang membawa penumpang yang mengalami masalah dari Dublin juga telah tertunda.
"Ini berarti kami diblokir di Paris, padahal kami seharusnya berada di New York. Kami menyia-nyiakan dua hari libur yang kami miliki," ungkap Vidick kepada Reuters.
"Kami telah melakukan yang terbaik, untuk memberikan perawatan kepada penumpang dalam keadaaan sulit ini. Tetapi sayangnya kami tidak dapat memberikan solusi yang optimal untuk semua. Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan bagi pelanggan," papar pihak maskapai Pesawat Brussels Airlines 101.
Atas kejadian tersebut, operator yang melayani Amerika Serikat telah bersiap untuk kemacetan dan penundaan minggu depan karena liburan Thanksgiving tumpang tindih dengan kekurangan tenaga kerja maskapai.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.