Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang Benyali Singa yang Terlekang Zaman

Andin Nurul Alifah , Jurnalis-Rabu, 03 November 2021 |21:02 WIB
10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang Benyali Singa yang Terlekang Zaman
10 fakta sejarah Onna-Bugeisha, samurai wanita Jepang yang pemberani (Foto: Instagram/@broadly)
A
A
A

Pertempuran Aizu jadi yang terakhir

Selama pertempuran Aizu tahun 1868, seorang prajurit wanita berusia 21 tahun yang bernama Nakano Takeko memimpin sekelompok samurai wanita yang dikenal sebagai Joshitai yang bertugas melawan pasukan kaisar. Putri seorang pejabat tinggi di istana Kekaisaran, Takeko berpendidikan tinggi dan berlatih dalam seni bela diri dan menggunakan Naginata.

Di bawah pemerintahannya, Joshitai bertempur bersama samurai pria, membunuh banyak prajurit musuh dalam pertempuran jarak dekat. 

Takeko mendapatkan tembakan di bagian dadanya, dan dengan nafas terakhirnya, wanita berusia 21 tahun itu meminta adiknya untuk memenggal kepalanya agar tubuhnya tidak diambil dan dijadikan sebagai piala musuh.

Baca juga: Mengintip Kawasan Hiburan Dewasa Terbesar di Asia, Bertabur Pekerja Seks hingga Yakuza

Onna-Bugeisha

(10 fakta sejarah Onna-Bugeisha, Foto: Waseda University Theatre Museum)

Nakano Takeko secara luas dianggap sebagai prajurit samurai wanita terakhir, dan pertempuran Aizu dianggap sebagai pertarungan terakhir Onna-Bugeisha. 

Tak lama setelah itu Keshogunan pemerintahan militer Jepang Feodal jatuh, meninggalkan istana kekaisaran untuk mengambilalih kepemimpinan dan menandai berakhirnya era samurai.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement