Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang Benyali Singa yang Terlekang Zaman

Andin Nurul Alifah , Jurnalis-Rabu, 03 November 2021 |21:02 WIB
10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang Benyali Singa yang Terlekang Zaman
10 fakta sejarah Onna-Bugeisha, samurai wanita Jepang yang pemberani (Foto: Instagram/@broadly)
A
A
A

10 FAKTA sejarah Onna-Bugeisha ini mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. Onna-Bugeisha yang berarti pejuang wanita, dilatih dalam seni bela diri dan strategi, dan berjuang bersama untuk memertahankan rumah, keluarga, dan kehormatan mereka.

Munculnya kelas samurai pada abad ke-12, Onna-Bugeisha diakui sangat kuat, mematikan, tak kenal takut sebagaimana halnya pendekar pria. Berikut 10 fakta sejarah Onna-Bugeisha sebagaimana dikutip Okezone dari laman Historyhit.

Onna-Bugeisha pertama seorang permaisuri

Permaisuri Jingu adalah salah satu pejuang wanita pertama dalam sejarah jepang, setelah kematian suaminya, Kaisar Chuai, dia naik takhta dan secara pribadi memimpin invasi ke Silla (kini Korea).

Jingu adalah seorang samurai menakutkan yang menentang setiap norma sosial pada masanya. Ada rumor dimana dikatakan bahwa dia sedang hamil pada saat turun ke medan perang, dan mengenakan pakaian pria.

Legenda mengatakan bahwa dia memimpin ekspedisi yang sukses tanpa menumpahkan setetes darah sekalipun, dan terus memerintah Jepang hingga umurnya mencapai 100 tahun. Pada tahun 1881, Jingu menjadi wanita pertama yang muncul di mata uang kertas Jepang.

Senjata utamanya Naginata

Para Onna-Bugeisha dilatih menggunakan senjata yang dirancang khusus untuk prajurit wanita Jepang, yang disebut Naginata. Naginata adalah lengan tiang konvensional serbaguna dengan bilah melengkung di ujungnya.

Benda ini menjadi bagian dari mahar wanita bangsawan, kemudian di era Meiji, itu menjadi popular sebagai bela diri untuk wanita, banyak sekolah yang berfokus pada penggunaan Naginata.

Onna-Bugeisha

(10 fakta sejarah Onna-Bugeisha, Foto: CeciLL)

Baca juga: Fakta Unik Geisha, Wanita Penghibur Jepang tapi Bukan Pemuas Nafsu

Tomoe Gozen paling terkenal

Pada perang Genpei (1180-1185) antara dinasti samurai Minamoto dan Taira memunculkan salah satu pejuang wanita Jepang terbesar yaitu seorang wanita muda bernama Tomoe Gozen. Tomoe Gozen adalah seorang wanita legendaris yang memiliki bakat ahli termasuk memanah, menunggang kuda, dan seni pedang ikonik yang digunakan.

Pada abad ke-14 The Tale of Heike, Gozen digambarkan sebagai pemanah yang sangat kuat, dan sebagai wanita pedang dia adalah salah satu pejuang yang berharga, siap untuk menghadapi iblis atau dewa dengan berjalan kaki atau berkuda.

Ia dikenal sebagai wanita pejuang yang terlibat dalam pertempuran ofensif yang dikenal sebagai Onna-Musha, pertempuran defensive yang lebih umum di antara Onna-Bugeisha tradisional.

Di medang perang, dia sangat dihormati dan dipercaya oleh pasukannya, pada tahun 1884, dia memimpin 300 samurai ke dalam pertempurang sengit melawan 2.000 prajurit Klan Taira dan merupakan salah satu dari hanya 5 orang yang selamat. Selama pertarungan Awazu, dia mengalahkan pemimpin klan Musashi, memenggalnya dan menjaga kepalanya sebagai "piala".

Reputasi Gozen begitu tinggi sehingga dikatakan bahawa pemimpinnya, Lord Kiso No Yoshinaka, mennganggapnya sebagai jenderal sejati pertama di Jepang.

Hojo Masako, Onna-Bugeisha pertama terjun ke dunia politik

Hojo Masako merupakan Onna-Bugeisha pertama yang menjadi oemain termuka dalam politik, setelah kematian suaminya, Masako menjadi biarawati Buddha, dan menjadi para janda samurai, tetapi dia tetap melanjutkan keterlibatannya dalam politik. Ia memainkan peran kunci dalam membentuk karir kedua putranya, Minamoto No Yorrie dan Minamoto No Sanetomo, yang menjadi shogun kedua dan ketiga.

Undang-undang yang mengatur pengadilan shogun memungkinkan perempuan memiliki hak yang sama atas warisan dengan saudara kandung, wanita memperoleh status yang lebih tinggi dalam rumah tangga, dan diizinkan mengontrol keuangan, mengelola pelayan, dan membesarkan anak-anak mereka dengan asuhan yang tepat.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement