Kendati para ibu memiliki niat baik, namun nyatanya menyetrika payudara tidak mungkin mengatasi masalah sistemik lebih besar yang ingin mereka selesaikan, seperti permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan ketidaksetaraan gender.
Alih-alih memercayai pria agar mau menghormati tubuh wanita dan pilihan mereka, para ibu ini percaya bahwa mereka harus membuat anak perempuan mereka kurang menarik untuk melindungi mereka.
Ketika perempuan dipandang setara dan dibebaskan untuk membuat pilihan sendiri, maka bisa dikatakan cara untuk melindungi perempuan dapat melalu hal semakin menyetrika payudara.
"Beberapa orang yang selamat dari tradisi menyetrika payudara, telah memiliki misi untuk mendidik wanita Kamerun agar mengerti tentang efek berbahaya dari adanya tradisional yang berbahaya ini," demikian menurut Pemberdayaan dan Pengembangan Gender (GeED).
(Rizka Diputra)