Kendati pusat ini merupakan langkah penting dalam berbagi budaya Ainu secara nasional dan internasional, tidak ada yang tinggal di sini. Kotan adalah replika untuk menunjukkan kepada orang-orang seperti apa kehidupan tradisional Ainu.
Hanya beberapa orang Ainu yang tersisa, tersebar di seluruh Hokkaido, dengan sebagian besar dari perkiraan 20.000 Ainu (tidak ada angka resmi-red) berasimilasi ke kota-kota dan kota-kota di sekitar pulau.
Namun, wisatawan yang melihat dengan cermat akan dapat melihat jejak budaya mereka di mana-mana. Banyak nama tempat di Hokkaido yang berasal dari Ainu, seperti 'Sapporo', yang berasal dari kata Ainu; 'Sat' (kering), 'Poro' (besar).
Baca juga: Melihat Penis Raksasa Diarak Keliling Kota dalam Festival Honen Matsuri
(Foto: Ellie Cobb)
Dan juga pet (sungai) karena lokasinya di sekitar Sungai Toyohira; atau 'Shiretoko', semenanjung yang menonjol dari ujung timur laut Hokkaido, yang dapat diterjemahkan sebagai 'dari tanah' (siri) dan 'titik menonjol' (etuk).
Event kebanggaan Ainu terlihat pada acara-acara seperti Festival Marimo tahunan di Danau Akan dan festival Shakushain di Shizunai; serta kegiatan yang diprakarsai The Ainu Art Project, yakni grup beranggotakan 40 orang yang bersedia berbagi budaya Ainu melalui Ainu dan Band Fusion Rock maupun seni kerajinan tangan.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.