Sebagai informasi, sejak 2004 pinang masuk dalam daftar karsinogen kelompok satu oleh Agency for Research on Cancer, yang berarti ada cukup bukti bahwa bahan tersebut bersifat karsinogenik bagi manusia.
Tak heran, selama beberapa tahun ke belakang efek pinang memicu kanker mulut ini menjadi perhatian dari regulator periklanan Cina. Maret 2019, Hunan Provincial Areca Nut Food Industry Association sudah melarang semua bentuk iklan dari pinang. Tapi nyatanya, dari laporan media online, SixthTone, di lapangan tetap saja iklan seputar buah pinang masih mudah ditemui bahkan sampai saat ini.
Laporan dari Lancet meminta pemerintah China untuk menggunakan pembatasan iklan sebagai langkah untuk menuju penerapan aturan larangan yang lebih luas terhadap pinang di masa depan.
“Kami sangat berharap bahwa Pemerintah China secepat mungkin akan mengakui bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pinang bukanlah obat ajaib. Serta mengingatkan orang-orang akan fakta bahwa pinang sebenarnya berbahaya bagi kesehatan,” tulis para penulis studi.
(Helmi Ade Saputra)