MENGUNYAH buah pinang yang meninggalkan warna kemerahan di mulut, adalah kebiasaan jaman dahulu yang familiar di kalangan masyarakat Asia, termasuk di China.
Tapi tahukah Anda, sayangnya buah pinang yang dipandang sebagian orang sebagai snack sehat tersebut nyatanya mengandung zat kimia berbahaya yang menyebabkan penyakit kanker mulut.
Mengingat seriusnya dampak negatif terkait kesehatan yang ditimbulkan oleh kebiasaan mengonsumsi atau mengunyah buah pinang tersebut. Seperti dilapor South China Morning Post, National Radio and Television Administration China sejak September 2021 telah melarang iklan buah pinang di berbagai media, mulai dari radio, televisi dan acara online.

“Kami harus segera mengatur inspeksi dan clean up untuk memastikan bahwa persyaratan diterapkan. Kita harus menjaga kepentingan rakyat dan menciptakan lingkungan komunikasi yang baik,” bunyi pengumuman tersebut.
Di China sendiri, biasanya buah pinang dikonsumsi tanpa daun dan memang sudah jadi bagian dari pengobatan tradisional ala China dipercaya bisa memperbaiki saluran usus atau membantu seseorang merasa agar tidak terlalu kedinginan.
Baca Juga : Mengenal Sinoma, Inovasi Mahasiswa UGM Deteksi Dini Kanker Mulut
Tapi nyatanya, sifat karsinogenik dari pinang sudah jelas terpampang nyata. Dari laporan penelitian yang dipublikasikan di The Lancet, dari penelitian terhadap 8222 orang dengan kanker mulut di provinsi Hunanm, hasilnya ditemukan sampai 90 persen dari pasien-pasien ini mengunyah pinang. Sementara, studi dari lembaga penelitian Cina, CNKI melaporkan tingkat penyakit kanker mulut di Hunan faktanya 30 persen lebih tinggi daripada di negara lain dari 2009 hingga 2015.
Secara kandungan, jika dibandingkan dengan kafein, tembakau, atau alkohol memang buah pinang masih relatif ringan tetapi tetap bersifat adiktif dan stimulan, mirip dengan nikotin. Ialah arecoline, zat kimia berbahaya yang disebutkan banyak terdapat di buah pinang. Dalam sebuah studi PLOS One, sebuah jurnal ilmiah pada tahun 2015 menemukan bahan kimia tersebut merangsang reseptor yang sama di otak yang menyebabkan kecanduan nikotin.